Pembangunan gedung stadion Balikpapan Kaltim. (Foto: ulp.kaltimprov.go.id)

KBR, Balikpapan – Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan Abdul Yazid mengungkapkan banyak aset di daerah tersebut kini mubazir dan justru membebani keuangan daerah.

Abdul Yazid mengatakan salah satu jenis aset yang mubazir adalah gedung-gedung pertemuan yang ada di kelurahan, kecamatan dan milik instansi.

Ia mengatakan aset-aset itu tidak dikelola secara professional. Akibatnya, aset-aset itu justru membebani keuangan daereh karena biaya pemeliharan yang mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah tidak seimbang dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan dari pemanfaatan aset itu.

Yazid mengatakan seharusnya gedung-gedung tersebut dikelola secara professional misalnya diserahkan ke pihak swasta sehingga lebih jelas PAD yang dihasilkan dan tidak lagi dikelola oleh Pemerintah kota. Karena seluruhnya masih dikelola Pemerintah setempat.

"Bangunan yang hanya akhirnya membebani APBD ya kita cari jalan lain, secara professional, yang pengelolaannya itu bisa menghasilkan dan biaya untuk pemeliharaan. Selama ini pemeliharaan gedung-gedung aset daerah ini masih membebani PABD. Itulah yang harus diangkat secara professional," kata Abdul Yazid, Jumat (13/1/2017).

Yazid mengusulkan agar stadion Balikpapan, Balikpapan Islamic Center (BIC), Gedung Kesenian, Sport Center maupun gedung parkir agar dikelola pihak swasta. Gedung-gedung yang baru rampung tahun 2016 dan 2017 itu dibangun dengan menelan anggaran hampir Rp 3 triliun.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!