Tarif Listrik-BBM Tak Naik, PLN dan Pertamina Pasrah

Dua perusahaan negara akan berupaya mengefisiensi sejumlah pos

Rabu, 27 Des 2017 12:45 WIB

Meteran listrik prabayar

KBR, Jakarta - Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir mengaku pasrah dengan keputusan pemerintah mempertahankan tarif dasar listrik dan bahan bakar minyak (BBM) sampai Maret 2018. Tarif listrik untuk pelbagai golongan saat ini sejumlah Rp 996,74 per-kWh hingga Rp 1.644,52 per-kWh. Sementara premium dan solar dijual seharga Rp 6.450/liter dan Rp 5.150/liter. 

Menurut Sofyan, perusahaan negara ini akan menyiasati keputusan pemerintah agar kebijakan tersebut tidak membuat laba PLN makin tergerus. Salah satu biaya yang akan dipangkas adalah pembiayaan operasi dan perawatan, serta melakukan zonasi batubara untuk memangkas biaya logistik.

"Kami coba efisiensi ke dalam. Lihat kondisi biaya yang lain yang bisa kami efisiensi kami efisiensi dalam tiga bulan. Cashflow masih mencukupilah. Nanti kan ada pembayaran subsidi dari pemerintah akhir tahun ini. Itu juga memperkuat kami punya cashflow," jelas Sofyan di Kementerian ESDM pada Rabu (27/12).

Baca jugaTarif Listrik dan BBM Tak Naik Sampai Maret 2018

Senada dengan Sofyan, Direktur Utama PT Pertamina Elia Massa Manik menyatakan akan berupaya mengefisiensi pengeluaran perusahaannya. "Efisiensi ini ada tiga. Satu yang klasik, misal kalau dulu pemakaian material 100, kita turunkan ke 90, 80. Kedua harga. Nanti kita ceritakan di Januari berapa efisiensinya 6 bulan terakhir. Ketiga business model. Perubahan itu yang tadinya distock, enggak kita stock lagi. Itu lebih murah dan cashflow kita jadi lebih baik. Cara ini banyak dilakukan di kilang dan downstream," ungkap Elia. 

Editor: Damar Fery Ardiyan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

RKUHP, Koalisi Kebebasan Pers Sangsi Audiensi dengan DPR Bawa Perubahan

  • BMKG : Kemarau di Aceh Berlanjut Hingga Maret
  • Israel Beli Minyak Ke ISIS
  • TC Tahap Dua TImnas, Milla Tak Panggil Evan Dan Ilham

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.