Sekitar 10 Ribu Jemaat Ikut Misa Natal Pontifikal di Gereja Katedral

Untuk mengatasi membludaknya peserta misa Natal, Gereja Katedral menyediakan tenda di luar dengan kapasitas sekitar 3.500 tempat duduk.

Senin, 25 Des 2017 10:58 WIB

Jemaat Katolik mengikuti misa Natal di tenda Gereja Katedral, Jakarta, Senin (25/12/2017). (Foto: KBR/Gilang Ramadhan)

KBR, Jakarta - KBR, Jakarta - Ribuan umat Katolik hari ini mengikuti misa Natal pontifikal di Gereja Katedral, Jakarta Pusat. Misa pontifikal merupakan misa paling ramai dihadiri jemaat, karena dipimpin langsung Uskup Agung Jakarta Ignasius Suharyo. 

Juru Bicara Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie mengatakan, misa Natal hari ini akan dilaksanakan empat kali yakni pukul 7, 9, 11 dan 17 Waktu Indonesia Barat.

"Pagi ini tidak berlaku lagi sistem registrasi. Umat yang datang seperti misa pertama ini sekitar seribu umat. Nanti biasanya misa pontifikal akan penuh, perkiraan delapan ribu sampai 10 ribu umat," kata Susyana di halaman Gereja Katedral Jakarta, Senin (25/12/2017).

Juru bicara Gereja Katedral Jakarta Susyana Suwadie mengatakan, misa Natal di Gereja Katedral dijaga sekitar 200-an aparat pengamanan gabungan, baik dari Polri, TNI, Satpol PP hingga Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama dan pengamanan internal Gereja. 

Kapasitas ruangan di Gereja Katedral terbatas, hanya 800 orang di dalam gedung dan 600 orang di dalam aula lantai dua. 

Untuk mengatasi membludaknya peserta misa Natal, Gereja Katedral menyediakan tenda di luar dengan kapasitas sekitar 3.500 tempat duduk. 

Pada tahun ini Gereja Katedral menerapkan sistem registrasi online maupun offline untuk masyarakat yang ikut misa Natal, agar masyarakat lebih nyaman dan tidak berdesakan masuk gereja.

Baca juga:

Pengamanan ketat

Rangkaian ibadah dan perayaan Natal di Gereja Katedral mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Kapolri Tito Karnavian bersama Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengunjungi Gereja Katedral pada Minggu, 24 Desember 2017 untuk memastikan pengamanan berjalan baik.

Tito Karnavian mengatakan tak ingin membuat masyarakat Indonesia panik dengan berita-berita ancaman teroris.

"Yang jelas kami sudah melakukan langkah-langkah, mulai dari preventif, pencegahan, pendekatan dengan semua pihak sekaligus langkah-langkah lain, bila perlu hukum. Tapi akan ada yang perlu kita sampaikan ke publik, ada juga yang akan disampaikan pada waktunya nanti. Kami tidak ingin suasana yang sudah baik ini terganggu dengan berita yang kurang bagus," ujar Tito kepada wartawan.

Pengamanan Natal digelar aparat gabungan Polri dan TNI sejak 22 Desember lalu. Kapolri Tito Karnavian mengklaim hingga saat ini kepolisian belum mendapat laporan mengenai adanya hal serius seperti ancaman bom maupun teror lainnya dari luar wilayah. Namun pihaknya akan terus melakukan evaluasi agar bisa langsung membenahi permasalahan yang timbul dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru.

"Kami juga mengucapkan terimakasih terutama kepada Panglima TNI, juga rekan pemerintah baik pusat maupun daerah, kemudian unsur masyarakat Indonesia yang telah mendukung sehingga situasi Natal berjalan aman," kata Tito.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan aparat TNI mendukung penuh semua langkah pengamanan yang dilakukan Polri. Ia menyatakan strategi pencegahan yang dilakukan Polri dianggap sudah cukup untuk mengantisipasi adanya ancaman teror maupun terorisme yang bisa terjadi.

"Saya bersama Bapak Kapolri berkeliling ke tiga tempat ibadah untuk meyakinkan kondisi semua dalam keadaan aman. TNI tentunya siap mendukung Operasi Lilin, kita yakinkan ini aman dan lancar sampai nanti tanggal 2 Januari. Kami siap mem-backup Polri," kata Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta maaf jika pengamanan Natal terlihat cukup ketat.

"Saya mewakili Kapolri, TNI, Pangdam dan Kapolda beserta jajarannya meminta maaf jika pengamanan saat ini dirasa sangat ketat untuk menjamin ibu bapak beribadah," kata Tjahyo Kumolo. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

RKUHP, Koalisi Kebebasan Pers Sangsi Audiensi dengan DPR Bawa Perubahan

  • BMKG : Kemarau di Aceh Berlanjut Hingga Maret
  • Israel Beli Minyak Ke ISIS
  • TC Tahap Dua TImnas, Milla Tak Panggil Evan Dan Ilham

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.