RSUP Medan Rawat 2 Pasien Terduga Difteri

2 pasien itu berumur belasan tahun

Kamis, 14 Des 2017 21:08 WIB

Ruang dimana kedua pasien penderita difteri dirawat di RSUP H Adam Malik Medan, Kamis (14/12). (Foto: Anugrah Andriansyah/KBR)

KBR, Jakarta- Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik, Medan, Sumatera Utara, merawat 2 pasien terduga difteri. Kepala Rawat Inap RSUP Adam Malik, Mahyu Daniel mengatakan, kedua pasien yang berusia belasan tahun dirawat di ruang khusus.

"Pasien pertama, NM (15), berjenis kelamin perempuan asal Kisaran, Kabupaten Asahan. Lalu, pasien kedua SM (12), berjenis kelamin laki-laki asal Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan," kata Mahyu di Medan, Kamis (14/12).

Dia menjelaskan, kedua penderita difteri masuk ke RSUP H Adam Malik melalui IGD pada 11 Desember dan 12 Desember 2017. Penderita bernama SM mengaku mengeluh karena mengalami demam dengan suhu tubuh 37,8 derajat, sulit menelan, dan terdapat selaput putih pada tonsil kanan.

Sementara, NM mengeluh sulit menelan, terdapat selaput putih pada pangkal tenggorokan. Namun tidak demam dengan suhu tubuh 36.8 derajat.

"Tindakan yang sudah dilakukan seperti pemberian terapi cairan, antibiotik, obat demam dan Ekg. Lalu, dilakukan swab tenggorokan, cek laboratorium, photo thorax dan pemberian anti difteri serum," ungkap Mahyu.

Sementara di Provinsi Banten tercatat sudah ada 91 kasus di 8 kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

Penambahan pasien tercepat berada di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso atau RSPI Sulianti Saroso di Sunter, Jakarta Utara. Pasien yang 3 hari lalu masih tercatat 33 orang, kini sudah lebih dari 50 orang.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Dokter RS Premier: Setnov Pernah Minta Dirawat Dokter Terawan

  • APK Pasangan Khofifa-Emil Dibakar Orang Tidak Dikenal di Situbondo
  • AL Libya Selamatkan 263 Imigran di Lepas Pantai Barat
  • Final Piala FA, Antonio Conte Sebut Chelsea bukan Favorit Juara

Setiap individu itu unik, mereka memiliki kesukaan masing-masing, termasuk dalam bekerja. Kebanyakan orang ingin bekerja di bidang yang sesuai dengan passion dan motivasi mereka masing-masing.