Kapolri: Biasa Nangkap Maling Diajak Naik Sukhoi, Pusing Sedikit!

"Tujuan besarnya adalah kita menunjukan bahwa soliditas TNI dan Polri yang kita bina selama ini, kita pertahankan dan akan semakin kuat," kata Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Rabu, 20 Des 2017 18:25 WIB

Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengajak Kapolri Tito Karnavian, KSAD Mulyono dan KSAL Ade Supandi terbang dengan pesawat Sukhoi di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Rabu (20/12/2017). (Foto: KBR/Dwi Reinjani)

KBR, Jakarta - Panglima TNI Hadi Tjahjanto memberikan penghargaan berupa brevet atau wing kehormatan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian, KSAD Jenderal (TNI) Mulyono dan KSAL Laksamana (TNI) Ade Supandi.

Penghargaan itu diberikan setelah Panglima TNI yang kini masih menjabat KSAU, Hadi Tjahjanto mengajak tiga petinggi aparat itu terbang menaiki pesawat tempur Sukhoi-SU 30 MK2, pada Rabu, 20 Desember 2017.

Hadi Tjahjanto mengatakan pemberian wing itu sebagai bentuk pemberian penghargaan atas jasa-jasa mereka dalam bekerjasama dalam mempertahankan Indonesia serta sebagai bentuk solidaritas instansi.

"Hari ini kita laksanakan terbang dengan pesawat Sukhoi. Tujuannya adalah memberikan wing kehormatan kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Kepala Staf Angkatan Darat dan Kepala Staf Angkatan Laut. Tujuan besarnya adalah kita menunjukan bahwa soliditas TNI dan Polri yang kita bina selama ini, kita pertahankan dan akan semakin kuat," kata Hadi di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Dalam pelaksanaan terbang bersama tersebut, para penerbang melakukan beberapa formasi diantaranya ride echelon, sebuah formasi serangan udara berbentuk diagonal, yang langsung dipimpin oleh Panglima TNI. 

Hadi mengatakan formasi itu digelar agar para penerima wing dapat merasakan handling menggunakan pesawat Sukhoi. Selain melakukan formasi, pada awalnya penerbang juga akan melakukan atraksi 2v2 atau dua lawan dua di udara namun batal terlaksana karena cuaca buruk.

"Rencananya yang mau kita laksanakan adalah exercise 2v2, dua lawan dua di udara. Ini adalah exercise yang biasa kita lakukan apabila kita melakukan intersect pesawat-pesawat musuh, dan itu pun dikendalikan radar yang ada di bawah atau ground control intersection. Namun cuaca kurang bagus," kata Hadi.


Pusing

Pengalaman terbang tersebut baru pertama kali dilakukan oleh Kapolri Tito Karnavian. Tito mengatakan kegiatan tersebut cukup membuatnya pusing karena tidak terbiasa. Namun ia merasa bangga dapat melakukan penerbangan berformasi dengan salah satu pesawat tercanggih di dunia.

"Jadi 30 menit itu lumayan, dan saya merasa sangat beruntung karena kalau nggak jadi Kapolri mungkin saya nggak bisa terbang naik Sukhoi, pesawat salah satu yang tercanggih di dunia. Setelah itu dibawa manuver belok kanan kiri, ke atas ke bawah, kepala pusing juga. Mungkin Pak Panglima TNI tidak pusing, kalau saya pusing dikit. Biasa nangkep maling sekarang diajak naik pesawat. Yang jelas 30 menit ini memberi arti bagi saya seumur hidup," komentar Tito.

Kapolri Tito juga berharap dengan adanya kebersamaan dalam satu rasa seperti saat ini dapat membuat hubungan instansi Polri dan TNI selalu baik dalam bersinergi untuk pengamanan dan keamanan Indonesia.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Divonis 15 Tahun Penjara, Setnov: Saya Shock Sekali

  • Status Setya Novanto di DPR akan Dibahas setelah Masa Reses
  • Namanya Masih Disebut di Survei Cawapres, JK: Saya Ingin Istirahat
  • Puluhan Warga Lhokseumawe Terjaring Razia Busana

Setiap individu itu unik, mereka memiliki kesukaan masing-masing, termasuk dalam bekerja. Kebanyakan orang ingin bekerja di bidang yang sesuai dengan passion dan motivasi mereka masing-masing.