Juri: Gus Mus Raih Yap Thiam Hien Award 2017 karena Jadi Ulama Pendamai

Yosep menilai sentimen agama di tengah suasana Pilkada 2017 lalu penuh gejolak. Dalam suasana itu, kata Yosep, Gus Mus hadir sebagai pendamai di tengah situasi bangsa yang dihantam kabar intoleran.

Jumat, 22 Des 2017 10:49 WIB

Ulama dan budayawan KH Mustofa Bisri (Gus Mus) membacakan puisi di acara Sastra Pelataran Balai Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (1/12/2017). (Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Yayasan Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Yapusham) menganugerahkan penghargaan Yap Thiam Hien Award 2017 kepada KH Ahmad Mustofa Bisri atau akrab dipanggil Gus Mus.

Dewan Juri Yap Thiam Hien Award 2017, Yosep Adi Prasetyo mengatakan beberapa alasan mengapa Gus Mus layak mendapatkan penghargaan di bidang penegakan hak asasi manusia di Indonesia. 

Yosep Adi Prasetyo mengatakan alasan Yayasan menetapkan Gus Mus sebagai penerima penghargaan pada tahun ini karena sesuai konteks politik. Dia menganggap Gus Mus merupakan ulama yang menawarkan pesan holistik.

"Figur Gus Mus ini figur yang punya sejarah panjang. Beliau bukan hanya seorang ulama besar, tetapi beliau juga seorang pelukis, penyair. Beliau pegiat banyak kesenian, penulis. Tetapi terlepas dari itu, saya orang pers, saya selalu mengikuti Twitternya Gus Mus. Setiap hari membuat pesan-pesan, yang melampaui batas-batas ia sebagai ulama," kata Yosep Adi Prasetyo yang akrab dipanggil Stanley di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2017).

Baca juga:

Yosep yang juga merupakan Ketua Dewan Pers itu menilai sosok Gus Mus sebagai ulama yang memiliki keteguhan membangun moralitas di tengah bangsa yang beragam. Dalam penilaian Yosep, Gus Mus menempatkan agama sebagai sumber moralitas, keadilan dan persaudaraan. Apalagi selama ini Gus Mus menyatakan agama tidak boleh digunakan untuk kepentingan politik. Sebaliknya, politik harus menggunakan cara-cara orang beragama.

Yosep menilai sentimen agama di tengah suasana Pilkada 2017 lalu penuh gejolak. Dalam suasana itu, kata Yosep, Gus Mus hadir sebagai pendamai di tengah situasi bangsa yang dihantam kabar intoleran. 

Karena itu, kata Yosep, penghargaan Yap Thiam Hien 2017 sepatutnya diberikan karena Gus Mus telah memberikan pandangan dan kiprah pada peta perjalanan kehidupan sosial dan politik para ulama di Indonesia.

Rencananya, penganugerahan dan pemberian piagam penghargaan Yap Thiam Hien akan digelar pada 24 Januari 2018 mendatang. Acara akan diadakan di Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat. 

Menurut penuturan Yosep, pada malam penganugerahan, Gus Muh akan diminta membacakan beberapa sajak-sajaknya. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.