Jokowi Putuskan Nasib Menteri Airlangga Hartarto usai Munaslub Golkar

Airlangga Hartarto terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Golkar, dalam rapat pleno yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar pada 13 Desember lalu.

Selasa, 19 Des 2017 11:33 WIB

Presiden Joko Widodo memukul tifa bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam Munaslub Golkar di Jakarta, Senin (18/12/2017). (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo akan memutuskan nasib Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di kabinet, setelah Partai Golkar selesai menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). 

Munaslub Partai Golkar digelar di JCC Senayan, Jakarta pada 19-21 Desember 2017.

Jokowi mengatakan akan mempertimbangkan banyak hal sebelum mengambik keputusan. Namun saat ini Jokowi memastikan Airlangga masih di kabinet.

"Saya belum bisa menyampaikan. Banyak pertimbangan. Pertimbangannya, satu, A, dua, B, tiga, C. Belum kok ditanya. Munaslubnya kan baru berjalan, kok ditanyakan sekarang. Ini nanti nunggu munaslub, baru saya bisa jawab," kata Jokowi usai membuka Munaslub Partai Golkar di JCC Senayan, Jakarta, Senin (18/12/2017).

Dalam pembukaan Munaslub itu hadir pula Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-3 RI BJ Habibie, sejumlah pimpinan partai politik, serta para menteri Kabinet Kerja.

Airlangga Hartarto terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum Partai Golkar, dalam rapat pleno yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar pada 13 Desember lalu. 

Airlangga dipilih untuk menggantikan Setya Novanto yang berstatus tersangka kasus korupsi KTP elektronik dan telah ditahan. 

Dalam pembukaan Munaslub, Jokowi menceritakan saat ia menerima sejumlah pimpinan DPD Partai Golkar tingkat Provinsi di Istana Bogor, pada 30 November lalu. Saat itu para ketua DPD  menyatakan dukungan untuk Airlangga sebagai calon tunggal pengganti Novanto. 

"Saya hanya mendengar, tak menyampaikan apa-apa. 'Pak, kami ingin Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umun Golkar. Saya tanya, apakah ada aspirasi lain? Saya tunggu, 'enggak ada, Pak'. Artinya sudah bulat," kata Jokowi. 

Agenda Munaslub Golkar 19-21 Desember adalah untuk mengukuhkan Airlangga sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Baca juga:

Grup besar di Golkar

Presiden Joko Widodo menyatakan soliditas Partai Golkar sangat dibutuhkan dalam politik nasional. Jokowi menyinggung banyaknya grup-grup besar di dalam internal Golkar. 

Ia berharap kondisi ini tidak memunculkan pertentangan yang bisa menyulut perpecahan di tubuh Partai Beringin.

"Saya ingin mengingatkan kepada semuanya, jangan sampai pertentangan-pertentangan itu menyebabkan Partai Golkar habis. Saya tahu ada grup-grup besar di Partai Golkar. Ini blak-blakan saja. Ada grupnya Pak Jusuf Kalla, Pak Aburizal Bakrie, ada. Ada dari grup Pak Luhut Binsar Pandjaitan. Diam-diam ada. Ada juga grup dari Pak Akbar Tanjung, Pak Agung Laksono," kata Jokowi, Senin (18/12/2017).

Kepada Partai Golkar, Jokowi menyampaikan rasa terima kasih atas dukungannya kepada kebijakan pemerintah. Misalnya terkait program strategis nasional maupun upaya menegakkan konstitusi. Jokowi mengajak Golkar berkarya melanjutkan kerja sama. 

"Banyak pekerjaan-pekerjaan besar yang masih harus kita selesaikan. Mengatasi ketimpangan, pengangguran. Berbagai pekerjaan besar itu membutuhkan peran dan sentuhan kader-kader Golkar. Untuk itu saya mengajak untuk kerja bersama pemerintah untuk mewujudkan masa keemasan," tambah Jokowi.

Menurut Jokowi, Golkar merupakan partai besar yang telah menjadi bagian penting Indonesia. Ia menyebut pesaing utama Golkar hanya lah PDI Perjuangan. 

"Saingan berat Partai Golkar hanya dengan PDI Perjuangan," tutur Jokowi.

Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar terpilih menegaskan dukungan Golkar untuk Jokowi di Pemilu Presiden 2019. Menurut Airlangga, Partai Golkar merasa akrab dan cocok dengan filosofi kerja Jokowi.

"Karya dan kerja, dua kata, satu hati. Alangkah indahnya, alangkah eloknya dan sangat pas untuk melangkah bersama dalam membangun negeri kita yang kita cintai," ujar Airlangga.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Divonis 15 Tahun Penjara, Setnov: Saya Shock Sekali

  • Status Setya Novanto di DPR akan Dibahas setelah Masa Reses
  • Namanya Masih Disebut di Survei Cawapres, JK: Saya Ingin Istirahat
  • Puluhan Warga Lhokseumawe Terjaring Razia Busana

Setiap individu itu unik, mereka memiliki kesukaan masing-masing, termasuk dalam bekerja. Kebanyakan orang ingin bekerja di bidang yang sesuai dengan passion dan motivasi mereka masing-masing.