Jelang Natal, Polisi Tangkap 19 Terduga Teroris

1 terduga ditangkap di Malaysia

Selasa, 12 Des 2017 13:56 WIB

Petugas dari Densus 88 Anti Teror menggiring terduga teroris saat akan diperiksa di Brimob Polda Sumsel Bukit Besar, Palembang, Sumatra Selatan, Senin (11/12). (Foto: Antara)

KBR,Jakarta- Kepolisian menangkap 19 orang terduga teroris dari beberapa tempat di Indonesia. Juru Bicara Polri, Setyo Wasisto mengatakan   salah satunya merupakan terduga teroris yang kabur dan tertangkap di Malaysia.

Kata dia jelang Natal dan Tahun Baru apara mempergencar  pemantauan gerak terorisme.

"Ini tambahan saja jumlahnya 19 orang dari tanggal 9 sampai 11, iya 19 orang. (Dimana saja?) Dilakukan di Jawa Timur, Pekanbaru dan Sumatera Selatan. Jadi begini untuk ancaman terorisme sampai sekarang memang tidak ada tapi seperti yang disampaikan pak Kapolri kita melakukan langkah preventif straight untuk menindak dan mencegah," ujar Setyo kepada wartawan di Gedung Rupatama Polri, Selasa (12/12/2017).

Kata dia, penangkapan itu sebagai langkah antisipasi.

"Begini pengalaman kemarin kita  tahu tahun 2000an ada bom saat Natal ya, dan ini ada bom juga di New York. Jangan salah ini bisa menginspirasi juga, oleh sebab itu densus dan semua stakeholder terkait meningkatkan antisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," ujar setyo.

Kata  Setyo  19 terduga teroris tersebut akan dibawa menuju Mako Brimob untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Pemeriksaan akan berjalan selama 7 x 24 jam, sehingga  informasi detail baru bisa disampaikan ketika pemeriksaan selesai.


Polisi menggotong koper usai   penggeledahan oleh Tim Densus 88 di tempat tinggal terduga teroris berinisial MM di Kawasan Ampel Kembang, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/12). 


Sementara itu Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Tito Karnavian mengatakan  Malaysia sudah berkoordinasi dengan kepolisian Indonesia untuk mendeportasi 1 terduga teroris asal Indonesia yang   melarikan diri ke negeri jiran. Ia mengatakan terduga teroris tersebut merupakan salah satu jaringan yang sama dengan pelaku bom panci di Bandung.

"Hari Sabtu minggu lalu saya berangkat ke Malaysia, mereka siap deportasi ke Indonesia. Sebaliknya ada juga penangkapan di Kalimantan Barat terkait jaringan di Malaysia, ini juga kita akan kerjasama, kemarin Kadensus ke sana untuk membicarakan teknisnya," ujar Tito kepada wartawan di Gedung Rupatama Polri, Selasa (12/12/2017).

Kata Juru Bicara Polri, Setyo Wasisto,  hari ini  akan segera menerima kedatangan terduga teroris  dari Malaysia. Dia belum bisa  mengatakan inisialnya.

Setyo  mengatakan masih menyelidiki siapa penampung terduga teroris itu selama di Malaysia. Kepolisian Indonesia mencurigai adanya kerjasama jaringan besar antara teroris Indonesia dan teroris di Malaysia.

"Dia melarikan diri, ditampung sama teman-temannya. Makanya pak Kapolri bilang ada hubungan antara jaringan Indonesia dan Malaysia, dan itu diakui oleh Malaysia sendiri. Makanya kami bekerjasama untuk hal itu." ujar Setyo.


Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

DPR dan Pemerintah Belum Sepakati Definisi Teroris, Pembahasan RUU Terorisme Diperpanjang

  • Polda Kaltim Tetapkan Nakhoda Kapal Berbendera Panama Jadi Tersangka
  • Suciwati: Pak Jokowi, Mana Dokumen TPF Munir?
  • Abaikan Pergub, Dua Pelanggar di Lhokseumawe Dicambuk di Ruang Terbuka

Anda berencana ke luar negeri? Ingin beli oleh-oleh, tapi takut kena pajak? Pada 1 Januari 2018, pemerintah menerbitkan regulasi baru untuk impor barang bawaan penumpang dan awak sarana pengangkut.