Jelang Hari Raya, Polisi Jombang Temukan Beras Dijual Lebihi HET

"Nanti kita akan telusuri kenapa bisa harga tinggi, padahal sudah ditentukan harganya sudah sesuai dengan HET,"

Selasa, 12 Des 2017 14:56 WIB

Kapolres Jombang A Agung Marlianto dan tim gabungan Pemkab Jombang menggelar sidak harga sejumlah komuditas sembako di Pasar Legi, Selasa (12/12). (Foto: KBR/Muji L.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jombang – Menjelang Hari raya Natal dan tahun baru, Kepolisian Jombang, Jawa Timur dan tim gabungan dari Pemkab menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak ) harga kebutuhan pokok di Pasar Legi Citra Niaga Selasa (12/12).  Tim gabungan menemukan  di sejumlah kios  harga beberapa jenis beras dijual seribu hingga dua ribu rupiah lebih mahal dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang  ditetapkan oleh Pemerintah.

Kepala Kepolisian Jombang, Agung Marlianto, mengatakan, Sidak dilakukan untuk mengantisipasi  lonjakan harga diluar batas kewajaran dan penjualan produk makanan dan minuman. Tim langsung memberikan peringatan kepada pedagang untuk tidak menjual sembako melebihi harga pasaran. Sebab, beras yang sediannya harus dijual paling mahal Rp. 8 ribu, namun kenyataan dilapangan, oleh pedagang dibandrol Rp. 9 hingga 10 ribu per kilogram.

“Ini tadi sudah kita berikan imbauan ada beberapa tempat untuk harga beras itu di atas harga pasaran tapi dalihnya dia mengambil dari selep atau dari pedagang itu sudah harga yang tinggi. Ini nanti kita akan telusuri kenapa bisa harga tinggi, padahal sudah ditentukan harganya sudah sesuai dengan HET," kata Agung Marlianto, Selasa (12/12).



Selain diatas HET, dalam Sidak itu petugas gabungan juga mendapati sejumlah produk makanan dan minuman dalam kemasan rusak dan kadaluwarsa tapi tetap dipasarkan oleh pemilik toko. Bahkan, petugas juga menjumpai beberapa produk makanan yang diletakkan bercampur dengan  sabun.

Menurut Kepala Kepolisian Jombang, Agung Marlinato, upaya preventif ini dilakukan   untuk mencegah   memanfaatkan momen hari besar untuk meraup keuntungan pribadi dan merugikan masyarakat. Dia menegaskan, tidak segan-segan menjatuhkan sanksi berat jika masih mendapati pedagang nakal yang sengaja menjual produk   yang tidak layak konsumsi ataupun menjual dengan harga di luar ketentuan.


Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.