Berkas P21, Ini Kelanjutan Praperadilan Setnov

"Elegan sekali kalau perkara ini ditempuh melalui praperadilan dulu sehingga kalau KPK menang, otomatis dapat kepercayaan masyarakat."

Rabu, 06 Des 2017 13:58 WIB

Tersangka kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (tengah) seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (6/12). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta-  Tim Kuasa Hukum tersangka kasus korupsi pengadaan KTP berbasis elektronik, Setya Novanto   pasrah apabila besok Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Kusno menghentikan gugatan praperadilan kliennya. Hal itu terkait dengan sudah selesainya berkas perkara Ketua DPR itu atau P21 dan sudah diserahkan kepada jaksa KPK yang kemudian bakal dilanjutkan ke pengadilan Tipikor Jakarta.

Meski demikian, Otto Hasibuan berharap Hakim Tunggal Kusno tetap melanjutkan gugatan praperadilan   hingga tuntas mengingat berkasnya sudah jauh lebih dulu diserahkan dan sidangnya sudah dimulai.

"Kan belum juga dilimpahkan ke pengadilan kan, tergantung nanti kapan dilimpahkan ke pengadilannya gitu, itu intinya di situ. (Masih yakin dengan praperadilan pak?) Wah kita tidak tahu, nanti kita lihat saja lah yah. Kan elegan sekali kalau perkara ini ditempuh melalui praperadilan dulu sehingga kalau KPK menang, otomatis dapat kepercayaan masyarakat. Tetapi kalau sebenarnya ini ternyata dihindari, maka tentunya orang bertanya-tanya nantinya," ujarnya kepada wartawan di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (06/12)

Baca juga:


 Otto menegaskan, tim kuasa hukum   siap menghadapi KPK di praperadilan maupun di pengadilan Tipikor. Menurut dia, tim akan memaksimalkan upaya hukum yang masih ada dan masih mungkin ditempuh terkait kelanjutan sidang Praperadilan kliennya.

Kendati kata dia, apabila surat dakwaan dibacakan dalam sidang pokok perkara dalam waktu dekat, kemungkinan praperadilan yang diajukan Novanto bakal digugurkan hakim.

"Kalau nanti sudah dilimpahkan kepengadilan dan sudah dibacakan dakwaan, menurut pengalaman itu dinyatakan gugur oleh pengadilannya. Tapi tentu masing-masing bisa berbeda. Segala sesuatu tapi kan masih bisa akan terjadi nanti," ucapnya.

Usai menjalani penandatanganan berkas perkaranya tadi, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto enggan menanggapi pertanyaan wartawan. Saat keluar gedung KPK, Setya Novanto langsung bergegas memasuki mobil tahanan sambil membawa sebundel dokumen.

Hal serupa juga dilakukan Setya Novanto semalam usai diperiksa oleh penyidik. 

Baca juga:


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Polda Minta Novel Kooperatif

  • Novel Tunggu Masukan KPK Soal Pemeriksaan Ulang
  • Polda Jatim Tutup 400 Akun Anonim
  • Kalah, Arsenal Tetap Melaju Ke Babak 16 Besar Liga Europa

Garut adalah salah satu daerah sentra produksi jeruk di Jawa Barat. Jeruk Garut telah ditetapkan sebagai Jeruk Varietas Unggul Nasional dengan nama Jeruk Keprok Garut.