Bandara Baru Nabire Diproyeksikan Jadi Bandara Internasional

Jokowi optimistis keberadaan Bandara Douw Aturure akan mempermudah mobilitas orang dan barang. Hal ini diyakini akan berdampak pada penurunan harga dan memacu kegiatan perekonomian.

Kamis, 21 Des 2017 10:15 WIB

Aktivitas penerbangan di Bandara Nabire lama. (Foto: tribratanews.polri.go.id/publik domain)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menargetkan pembangunan bandar udara Douw Aturure di Nabire, Papua tuntas selambatnya 2020.

Jokowi mengatakan bandara ini akan berfungsi sebagai simpul penghubung antar-delapan kabupaten di wilayah sekitar. Delapan kabupaten itu antara lain Paniai, Dogiyai, Diyai, Intan Jaya, Puncak jaya, Puncak, Waropen, Wondama dan Kaimana.

"Tahapan pertama nanti terminal akan dibangun 8 ribu terlebih dahulu. Tapi rencana besarnya seperti ini, 15 ribu kapasitas untuk penumpang. Jadi memang besar bandara ini. Dimulai tahun depan. Kita harapkan 2019 selesai, tapi kalau nggak selesai mundurnya 2020," kata Jokowi saat meninjau lahan baru untuk bandara di Nabire, Papua, Rabu (21/12/2017), sebagaimana informasi yang diterima KBR dari Biro Pers Istana.

Jokowi optimistis keberadaan Bandara Douw Aturure akan mempermudah mobilitas orang dan barang. Hal ini diyakini akan berdampak pada penurunan harga dan memacu kegiatan perekonomian.

"Kalau ini jadi, bisa menjadi hub, bisa ke kanan kiri kabupaten yang lain, akan memperlancar distribusi logistik. Mobilitas orang, barang, saya kira akan lebih mudah," ujar Jokowi.

Jokowi juga berencana menjadikan Bandara Douw Aturure nanti menjadi bandara internasional. Diharapkan pembangunan bandara akan menggenjot potensi pariwisata di Papua.

Kabupaten Nabire sebelumnya telah memiliki bandar udara kecil kelas II di Kelurahan Morgo, Distrik Nabire, dengan panjang landasan 1.400 meter. Namun bandara lama tidak bisa dikembangkan atau diperpanjang lagi landas pacunya, sehingga tidak bisa didarati pesawat berbadan lebar.

Bandara Douw Aturure yang baru akan dibangun di Karadiri, Distrik Wanggar, Nabire, dengan rencana landas pacu sepanjang 2.500 meter dan lebar 30 meter. Jika bandara ini selesai, maka penerbangan dari Nabire bisa langsung ke Jakarta, dengan tiga alternatif titik transit yaitu Ambon, Biak atau Jayapura.

Editor: Agus Luqman  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.