Amerika Akui Yerusalem, Ini yang Dilakukan Menteri Retno

"Pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel akan sangat membahayakan proses perdamaian dan akan membahayakan perdamaian itu sendiri."

Rabu, 06 Des 2017 21:54 WIB

Warga Palestina membakar bendera Israel dan Amerika Serikat dalam sebuah demonstrasi terhadap niat Amerika Serikat memindahkan kedubes mereka ke Yerusalem dan mengenali Yerusalem sebagai ibukota Israel, di Kota Gaza, Rabu (6/12). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Bogor- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengajak negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) duduk bersama untuk menyikapi rencana pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurut informasi, Trump akan memberikan pernyataan resmi di Washington DC pada Kamis dini hari atau Rabu siang waktu setempat. Retno mengaku khawatir langkah Trump akan membahayakan perdamaian dan memancing instabilitas politik global.

"Sekali lagi kita sangat mengkhawatirkan pengumuman tersebut karena pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel akan sangat membahayakan proses perdamaian dan akan membahayakan perdamaian itu sendiri. Akan memancing instabilitas, tidak hanya di Timur Tengah tapi di wilayah lain. Oleh karena itu kita terus berkomunikasi dan kemungkinan besar OKI akan melakukan special session," kata Retno di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (6/12/2017).

Retno menambahkan, pengakuan Trump atas Yerusalem melanggar resolusi DK Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia berharap OKI nantinya sepakat mendorong DK PBB untuk bersikap.

"Pengakuan ini kan pengakuan unilateral yang jelas mengesampingkan semua resolusi DK PBB. Jadi nanti kita akan bicara lagi dengan OKI dan kita kembalikan lagi ke PBB karena resolusi DK PBB kan harus ada ketaatan di situ," tutur bekas Duta Besar Indonesia untuk Belanda ini.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.