2018, Akan Ada Desa Dapat Dana Rp.4 Miliar

Ada formulasi baru dalam mengalokasikan dana desa.

Jumat, 01 Des 2017 21:57 WIB

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, (8/2/2017). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan telah menyiapkan formulasi baru untuk mengalokasikan dana desa. Sri mengatakan, formulasi baru itu akan membuat desa dengan indeks masyarakat miskin tinggi juga akan mendapat alokasi dana desa yang tinggi, dan berlaku sebaliknya. Dalam hitungan Sri, kisaran dana desa akan diberikan senilai Rp.800 juta hingga hampir Rp.4 miliar. Menurut Sri, alokasi dana yang besar itu untuk mengurangi kemiskinan di desa, melalui program yang bisa menyerap tenaga kerja dari kelompok masyarakat miskin.

"Desa yang memiliki indeks masyarakat miskin lebih tinggi, artinya jumlah penduduk miskin lebih banyak, dia akan mendapatkan alokasi lebih besar dibandingkan dengan desa yang relatif lebih maju dan jumlah masyarakat miskinnya lebih sedikit. Kita ubah untuk tahun 2018 ini. Oleh karena itu, ada desa yang akan mendapatkan dana desa mendekati Rp.3,5 bahkan mendekati Rp.4 miliar per desa," kata Sri di Jakarta, Jumat (01/12/2017).

Sri mengatakan, arah kebijakan dana desa 2018 berfokus pada pengentasan kemiskinan dan ketimpangan. Kata dia, tujuan itu bisa dicapai apabila penggunaannya diarahkan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Pada tahun depan, besaran dana untuk tiap desa disesuaikan dengan bobot variabel jumlah penduduk miskin dan luas wilayahnya. Pada desa dengan banyak penduduk miskin, berarti dana desa yang diterima juga akan semakin besar, begitu pula sebaliknya. Meski begitu, kata Sri, penyaluran dana desa itu akan tetap secara bertahap berdasarkan pada kinerja pelaksanaannya.

Sri mengklaim formula baru pengalokasian dana desa 2018 itu lebih pro masyarakat miskin. Asal kata dia, kegiatan dan program di tingkat desa juga harus betul-betul bisa mempekerjakan masyarakat miskin di desa, dengan gunakan komponen lokal sebanyak mungkin. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Dokter RS Premier: Setnov Pernah Minta Dirawat Dokter Terawan

  • APK Pasangan Khofifa-Emil Dibakar Orang Tidak Dikenal di Situbondo
  • AL Libya Selamatkan 263 Imigran di Lepas Pantai Barat
  • Final Piala FA, Antonio Conte Sebut Chelsea bukan Favorit Juara

Setiap individu itu unik, mereka memiliki kesukaan masing-masing, termasuk dalam bekerja. Kebanyakan orang ingin bekerja di bidang yang sesuai dengan passion dan motivasi mereka masing-masing.