Sri Mulyani Akan Permudah Mitra Go-Jek Urus Pajak

Kementerian Keuangan memfasilitasi mitra Go-jek membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Surat Pemberitahuan Tahunan(SPT).

Rabu, 08 Nov 2017 19:22 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Menteri Keuangan Sri Mulyani membantah telah menggandeng perusahaan Go-jek sebagai penyedia layanan aplikasi terkait pajak. Kata dia,  kemungkinan itu masih dipelajari dan perlu banyak diskusi.

Sri menegaskan  hanya akan memfasilitasi mitra Go-jek, untuk membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Surat Pemberitahuan Tahunan(SPT).

"Mereka melihat para UKM di network Go-jek dan platform lain bisa dapat pendaftaran untuk jadi pengusaha kena pajak lebih mudah," kata Sri di kantor Ditjen Bea dan Cukai, Rabu (8/11).

Fasilitas tersebut menurutnya diberikan melalui penggunaan e-filling. Para mitra Go-jek rencananya akan dipermudah membuat NPWP, SPT pajak, dan membayar pajak melalui sistem tersebut.

Selain itu, Sri mengatakan ada permintaan agar tarif pajak yang dikenakan kepada UKM bisa lebih rendah. Namun ia belum bisa menjanjikan hal tersebut.

"Saya hanya bisa berjanji lakukan yang tujuannya UKM comfortable, dan merasa ada di dalam sistem formal. Sehingga pemerintah bisa dukung dengan kredit usaha rakyat, kredit mikro."


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.