Sidang e-KTP, Setnov: Ganjar Pranowo Ngarang!

Tudingan itu disampaikan Setya Novanto saat menjadi saksi dalam persidangan korupsi e-KTP untuk tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat, 3 November 2017.

Jumat, 03 Nov 2017 19:23 WIB

Ketua DPR Setya Novanto menjadi saksi di sidang korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (3/11/2017). (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak)

KBR, Jakarta - Ketua DPR Setya Novanto menyebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengarang cerita soal pertemuan Ganjar dan Setya Novanto di Bali terkait proyek pengadaan KTP berbasis elektronik (e-KTP).

Tudingan itu disampaikan Setya Novanto saat menjadi saksi dalam persidangan korupsi e-KTP untuk tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat, 3 November 2017.

Meski mengakui sempat bertemu dengan Ganjar Pranowo di Bali, namun Setya Novanto tidak mengakui adanya perbincangan apapun dengan Ganjar terkait proyek e-KTP.

Sebelumnya, saat bersaksi di persidangan kasus e-KTP, politisi PDI Perjuangan Ganjar Pranowo mengatakan ia sempat diminta oleh Setya Novanto untuk tidak terlalu kritis, saat proyek ini masih dalam proses penganggaran.

"Kalau bertemu dengan Saudara Ganjar di Bali, memang betul, Yang Mulia," kata Setya Novanto saat menjadi saksidi Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (3/11/2017).

"Lalu apa yang saudara sampaikan kepada dia saat bertemu saat itu?" tanya hakim.

"Tidak ada yang spesial, apalagi yang berkaitan dengan e-KTP, Yang Mulia," jawab Setya Novanto.

"Tapi Ganjar Pranowo sudah menerangkan di sini. Kata dia ada pesan yang Anda sampaikan padanya. Dia bilang 'Pak Ganjar jangan galak-galak pada pembahasan e-KTP. Apa benar?"

"Tidak, Yang Mulia. Ngarang itu," jawab Setya Novanto. 

Baca juga:

Anggota majelis Hakim secara bergantian memperingati Ketua Umum Partai Golkar itu untuk berkata jujur di dalam persidangan, karena sebelumnya sudah disumpah di bawah kitab suci. Namun keterangannya selalu berbeda dengan keterangan saksi-saksi yang sebelumnya didatangkan dalam persidangan.

Dalam kesaksiannya, Setya Novanto juga membantah kenal dengan bekas Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraeni.

Padahal, dalam kesaksian di persidangan sebelumnya, Diah mengaku pernah dua kali bertemu Setya Novanto terkait proyek pengadaan e-KTP. Pertemuan pertama digelar di Hotel Gran Melia Jakarta untuk membahas e-KTP bersama dengan dua orang bekas pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto serta pengusaha Andi Narogong. Pertemuan yang kedua adalah saat pelantikan politisi Partai Golkar Harry Azhar Azis sebagai ketua BPK.

"Tidak benar, Yang Mulia. Suasana waktu itu begitu banyak karena ada beberapa menteri dan ada beberapa pejabat lainnya. Biasa kita salaman. Kita tidak tahu siapa-siapa kecuali menteri dan saya tidak ingat siapa," jawab Setya Novanto.

Di dalam persidangan itu, Setya Novanto juga mengklaim tidak tak mengetahui proyek e-KTP secara detil saat tengah dibahas di DPR RI. 

Menurutnya, pembahasan soal proyek e-KTP diserahkan seluruhnya ke perwakilan Fraksi Golkar di Komisi II. Meskipun, pada tahun 2010 itu dia merupakan ketua Fraksi Partai Golkar, dia membantah ikut campur dalam pembahasan proyek tersebut. 

"Tidak diketahui banyak pada waktu itu. Hanya disampaikan pada Komisi II kalau itu pada rapat pleno," tambahnya.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau