Krisis Tembagapura, Ini Syarat Negosiasi yang Diminta TPN-PB

"Kalau dia mau negosiasi, pemerintah dan TNI-Polri, negosiasi itu tentang apa? Harus jelas negosiasinya."

Senin, 13 Nov 2017 13:54 WIB

Ilustrasi: Surat dari TPN-OPM Tembagapura, Papua. (Foto: Ist.)

KBR, Jakarta-   Komandan Operasi Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka(TPN-OPM) III Timika Hendrik Wanmang menuntut pemerintah Indonesia mengakui kemerdekaan Papua. Menurut dia,  TPN bersedia duduk bersama selama organisasi PBB terlibat menjadi penengah.

"Kalau dia mau negosiasi, pemerintah dan TNI-Polri, negosiasi itu tentang apa? Harus jelas negosiasinya. Kalau mau duduk segitiga boleh. PBB duduk, pemerintah Indonesia duduk, Amerika duduk, Papua duduk," kata Hendrik kepada KBR, Senin (13/11).

Pemerintah Indonesia dinilai telah mencurangi masyarakat Papua saat referendum  1969 dan penyerahan tambang kepada Freeport McMoran. Pasalnya area yang kini menjadi lokasi operasi Freeport Indonesia telah diserahkan oleh pemerintah kepada Freeport McMoran dua tahun sebelum referendum dilakukan.

Itu juga yang jadi alasan TPN menjadikan lokasi tambang Freeport sebagai area perang. Sebab Freeport dinilai menjadi salah satu akar permasalahan integrasi Papua dan Indonesia.

"Kami mau harus ada keterbukaan pemerintah Indonesia, pemerintah Amerika Serikat, dan PBB mengakui kesalahan yang terjadi dari tahun 1963, 1967, dan 1969 itu dibuka kembali. Semua lembaran sejarah penipuan itu dibuka kembali."

Dia memastikan perang yang terjadi dengan aparat keamanan tidak akan membahayakan warga. Pasalnya menurut dia baku tembak dilakukan di luar kawasan pemukiman.

Hendrik membantah jika pasukannya mengisolasi masyarakat desa. Dia mengatakan masyarakat bisa berkebun dan beraktivitas seperti biasa. Justru, menurutnya, masyarakat mengeluh diinterogasi aparat keamanan ketika akan keluar dari kawasan tersebut.

"Masyarakat dalam keadaan aman. Mereka berkebun, mencari, berjualan, bebas. Tidak ada yang halangi. Kalau akses keluar mungkin ke 68. Masyarakat yang mau akses ke 68 kata masyarakat ditanya waktu belanja barang keluar pihak TNI-Polri tanya ini untuk siapa, barang-barang untuk siapa." 

Sebelumnya kepolisian Indonesia mengupayakan isolasi di wilayah Tembagapura bisa segera dibuka. Juru bicara Mabes Polri Setyo Wasisto  mengatakan upaya   tersebut mengantisipasi terjadinya korban baku tembak seperti Martinus Beanal yang tertembak dan hilang pada 7 November lalu.

"Kita sih berharap secepatnya (isolasi dihentikan), tapi kan harus secara persuasif. Jangan sampai ada berjatuhan masyarakat yang menjadi korban, itu yang kami hindari," ungkap Setyo Wasisto di kantornya, Jakarta, Senin (13/11/17).

Dia mengatakan hingga saat ini  TNI-Polri di wilayah Tembagapura susah menemukan siapa yang memegang otoritas di dalam Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM).

"Karena negosiasi harus sama yang punya otoritas," kata Setyo.

Sementara, kondisi warga yang tinggal di kawasan Tembagapura, berdasarkan laporan yang Setyo peroleh,  Pemerintah Daerah (Pemda) berupaya memberikan bantuan susu untuk anak-anak dan bantuan pangan lain. Akan tetapi, karena kondisi belum memungkinkan, masyarakat tidak bisa menjangkau ke tempat pendistribusian.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Kemendagri Pastikan Coret Anggaran Irasional DKI Jakarta

  • Anggaran Kunker DPRD Bengkak, Sandiaga: Pemprov Hanya Mengikuti Usulan
  • RI Dorong Pengembalian Pengungsi Rohingya
  • Gunung Sinabung Lontarkan Abu Vulkanik Sejauh 2 KM