Jokowi Panggil Kapolri soal Novel Baswedan

Kepolisian mengaku kesulitan menemukan pelakunya. Masyarakat sipil dan keluarga Novel berkali-kali mendesak Presiden Jokowi membentuk tim independen untuk mengusut kasus ini.

Jumat, 03 Nov 2017 10:12 WIB

Seorang aktivis membawa poster Novel Baswedan dalam aksi memperingati enam bulan kasus teror itu di gedung KPK Jakarta, Rabu (11/10/2017). (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Bekasi - Presiden Joko Widodo berencana memanggil Kapolri Tito Karnavian untuk menanyakan perkembangan terkini pengusutan kasus kekerasan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. 

Jokowi menegaskan, kasus itu harus dituntaskan. Namun, Jokowi enggan menjawab tentang desakan publik agar pemerintah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) penyerangan teror terhadap Novel Baswedan.

"Nanti Kapolri saya undang, saya panggil. Prosesnya sampai sejauh mana. Yang jelas semua masalah memang harus gamblang, jelas, tuntas," kata Jokowi usai meresmikan Tol Bekasi Cawang Kampung Melayu di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (3/11/2017).

Kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan terjadi 11 April 2017. Namun hingga kini, atau 200 hari kemudian, kasus itu belum ada titik terang. Polisi belum menetapkan satu orang pun jaditersangka, apalagi memburu otak dibalik teror itu.

Kepolisian mengaku kesulitan menemukan pelakunya. Masyarakat sipil dan keluarga Novel berkali-kali mendesak Presiden Jokowi membentuk tim independen untuk mengusut kasus ini. 

Baca juga:

Perkembangan baru 

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku mendapat kabar dari Kepolisian bahwa polisi memiliki perkembangan baru terkait kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif mengatakan kabar itu disampaikan langsung Kapolda Metro Jaya dalam koordinasi terakhir dengan KPK, Kapolri dan Wakapolri beberapa waktu lalu.

Hanya saja, kata Laode, Polisi belum menyampaikan informasi apa yang didapatkan terkait kasus tersebut.

"Informasi terakhir tentang Novel mereka menemukan beberapa clue, tapi belum dipresentasikan ke KPK," kata Laode di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (30/10/2017).

Laode mengatakan tetap optimistis Polri bisa menuntaskan penyelidikan terhadap pelaku teror Novel Baswedan. Karena itu, kata Laode, KPK belum memikirkan opsi pembentukan tim independen atau Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk menyelesaikan kasus tersebut.

"Menurut Polri kasusnya sulit, tapi mudah-mudahan bisa bisa ditemukan. Kesulitan utamanya, kata Polisi, karena kasus itu terjadi malam hari, bukan subuh. Saksi yang melihat juga tidak terlalu banyak. Mungkin diharapkan kepada masyarakat yang telah melihat sketsanya untuk melaporkan," kata Laode.

Pada akhir Oktober lalu, bertepatan dengan 200 hari peristiwa penyerangan Novel Baswedan, pimpinan KPK dan seluruh pegawai menggelar doa bersama untuk Novel Baswedan.

"Wadah pegawai secara spontan memperingati 200 hari, karena sampai sekarang belum ditemukan penyerangnya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa ditemukan," tambah Laode.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.