Densus 88 Tangkap Simpatisan ISIS di Manado

Dari pemeriksaan sementara, kata Setyo, Abu Musaf berencana menggabungkan diri dengan simpatisan ISIS lainnya di Filipina Selatan.

Senin, 13 Nov 2017 18:31 WIB

Ilustrasi. Anggota Detasemen Khusus Densus 88 Antiteror. (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa)

KBR, Jakarta - Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang simpatisan kelompok teroris ISIS di Manado, Sulawesi Utara.

Juru bicara Mabes Polri Setyo Wasisto mengatakan orang itu bernama Abu Musaf (AM) dan berasal dari Banten. Abu Musaf ditangkap Densus 88 Antiteror bersama Polda Sulawesi Utara.

"Kemarin sudah didalami, dan hari ini dibawa Densus 88 ke Jakarta, karena yang bersangkutan akan menyeberang  ke Filipina," kata Setyo Wasisto di Mabes Polri, Senin (13/11/2017).

Dari pemeriksaan sementara, kata Setyo, Abu Musaf berencana menggabungkan diri dengan simpatisan ISIS lainnya di Filipina Selatan.

"Gerak-geriknya mencurigakan, dan ternyata ia mengaku mau berangkat ke sana," kata Setyo. 

Polisi menyita kartu identitas pribadi beserta telepon genggam. Di dalam telepon genggam itu terdapat sejumlah nama yang juga dicurigai ikut terlibat dalam kegiatan simpatisan ISIS. 

Setyo Wasisto mengatakan dari temuan itu Densus 88 Antiteror akan menyelidiki jaringan yang diduga sedang dibangun di Filipina dan Indonesia, melalui Manado.

Setyo belum bisa memastikan apakah Abu Musaf sudah dibaiat sebagai anggota ISIS. 

"Tunggu Densus 88 melakukan pendalaman dulu," kata Setyo.

Baca juga:

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto ancaman terorisme lintas batas saat ini sudah memprihatinkan. Kelompok teroris yang berafiliasi dengan ISIS, kata Wiranto, saat ini telah menunjukkan kemampuan tempur yang luar biasa seperti ketika kelompok tersebut menduduki kota Marawi di Filipina Selatan.

"Kehadiran teroris sudah sangat mematikan di wilayah kita. Ini menuntut konsultasi dan kolaborasi yang intensif di antara semua negara," kata Wiranto ketika menghadiri pertemuan ASEAN Political-Security Community di Manila, Filipina, Senin (13/11/2017), seperti dimuat di akun Twitter resmi @PolhukamRI.

Wiranto juga menyambut baik patroli bersama tiga negara Indonesia, Malaysia dan Filipina di perairan Sulu dan laut Sulawesi. Kegiatan patroli bersama itu, kata Wiranto, diyakini bisa memperkuat negara-negara ASEAN dalam memerangi teroris lintas batas.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.