Presiden Jokowi saat meninjau Tol Cisumdawu. (Foto: Situs Presiden)



KBR, Jakarta- Pemerintah menyatakan konstruksi proyek jalan tol Cileunyi—Sumedang—Dawuan atau Cisumdawu sudah mulai digarap, seiring dengan utang dari Cina yang mulai mengucur. Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan, dan Fasilitasi Jalan Daerah Ditjen Bina Marga Subagyono mengatakan, jalan tol itu menjadi salah satu proyek strategis nasional, yang nantinya turut menunjang Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, di Majalengka.

Kata dia, kucuran dana dari Cina itu menjadi kepastian, setelah pengerjaannya mandek pada Lebaran lalu karena ketiadaan dana.

"Itu baru uang muka, kan ada dua. Sudah cair, yang 10 persen. Sekitar Rp 400 miliaran. Kan sewaktu 2015 sudah dipersiapkan uangnya, tetapi loan agreement-nya sudah close, sehingga tidak bisa dialokasikan. (Soal lahan bagaimana?) Kita sedang proses. Yang satu kan setelah BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) ada, kita pakai dana talangan juga. Atau kalau ada LMAN (Lembaga Managemen Aset Negara), kita nanti bisa masuk LMAN," kata Subagyono di kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jumat (18/11/16).

Subagyono mengatakan, pada proyek jalan tol Cisumdawu, pemerintah memiliki porsi pengerjaan pada seksi II, yakni konstruksi untuk ruas tol yang membentang dari Rancakalong—Sumedang sepanjang 17,35 kilometer. Sebagai pendanaannya, pemerintah memperoleh pinjaman dari Bank Exim China pada Juni 2016, setelah penandatanganan kontrak semenjak September 2015.

Kata Subagyono, utang itu akan cair setelah pemerintah mampu menganggarkan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) sebesar 10 persen sebagai uang muka yang menjadi komitmen pencairan utang. Sebelumnya, Cina sudah sepakat mengucurkan utang proyek seksi II senilai Rp 4,8 triliun, yakni untuk fase I senilai Rp 1,3 triliun dan fase II senilai Rp 3,5 triliun.

Kata dia, saat ini kontraktor sudah bersepakat untuk kembali memulai konstruksi. Kata dia, pengerjaan yang mulai berjalan yakni pembersihan lahan, pemugaran, dan penyiapan area jembatan. Adapun kepemilikannya, kata Subagyono, mayoritas adalah masyarakat setempat, sementara sisanya milik swasta serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Selain pemerintah, proyek jalan tol Cisumdawu juga kini tengah ditawarkan pada swasta. Pada tender itu, swasta ditawari proyek sepanjang 58,5 kilometer dengan pengajuan dokumen penawaran mencapai Rp 10 triliun.

Setidaknya ada dua konsorsium yang tengah memperebutkan proyek itu, yakni Konsorsium PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. dan Konsorsium PT Jasa Marga Tbk. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP) membentuk konsorsium bersama PT Waskita Toll Road, PT Pembangunan Perumahan Tbk. (PTPP), PT Brantas Abipraya, dan PT Jasa Sarana. Sedangkan PT Jasa Marga Tbk. (JSMR) menggandeng PT Adhi Karya Tbk. dan PT Nindya Karya.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!