Heli Bell 412EP milik TNI AD. (Foto: Antara)


KBR, Jakarta -  Tim gabungan memfokuskan pencarian helikopter jenis Bell 412 EP di sekitar kawasan hutan dan pegunungan di Malinau, Kalimantan Utara. Ini dilakukan, menurut Juru Bicara TNI Wuryanto, setelah pesawat patroli pencari menerima titik dan koordinat dari sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) yang diduga berasal dari helikopter milik TNI AD tersebut.

Pencarian dilakukan menggunakan helikopter dan beberapa pesawat fix wing milik Susi Air, TNI AU dan Pelita Air Service.

"Dari kemarin patroli boeing mendeteksi ada sinyal kuat ELT di suatu tempat. Ini sedang fokus pencarian di titik tersebut. Dari Tarakan mendekati Long Bawan sudah melewati Malinau. Tim fokus ke titik tersebut," jelas Juru bicara TNI Wuryanto kepada KBR, Sabtu (26/11/2016).

Meski begitu Wuryanto mengungkapkan, tim pencarian mengalami kesulitan komunikasi lantaran berada di daerah terpencil dengan ketinggian mencapai 3000 hingga 4000 meter di atas permukaan laut.

"Sangat jauh karena terpencil itu, hutan lebat dan tidak ada sinyal untuk memudahkan komunikasi," ungkapnya.

Baca: Helikopter TNI AD yang Hilang Kontak Dilengkapi Teknologi Canggih

Sebelumnya, Badan SAR Nasional (Basarnas) sejak Jumat (25/11/2016) kemarin mulai mendapatkan petunjuk sinyal dari ELT (Emergency Locator Transmitter) atau suar penentu lokasi sebuah pesawat. Namun menurut Deputi Operasi Basarnas Heronimus Guru, timnya masih harus memastikan titik koordinat tersebut untuk menentukan langkah evakuasi lanjutan.

"Kami tinggal pastikan, kami pastikan dari heli, baru dari pesawat fix wing dari sipil untuk menginformasikan dari lapangan. Harapan pakai Heli untuk lebih bagus bisa langsung turun ke lokasi untuk melaksanakan evakuasi atau bantuan. Baru dapat sinyal ELT dia yang pancarkan," kata Heronimus Guru kepada KBR, Jumat (25/11/2016).

Dia pun menambahkan, Basarnas menurunkan bantuan berupa helikopter dan tim SAR sejumlah 10 orang di Kalimantan Utara untuk membantu proses pencarian dan evakuasi. Kata dia, karena helikopter yang hilang kontak ini milik TNI, maka lembaganya hanya bersifat menunjang pencarian sembari menunggu permintaan evakuasi dari TNI.

"Kami siap membantu mengirimkan tim ke lokasi. Sementara kita stand-by di Balikpapan, dari SAR di Balikpapan sudah bergerak ke Tarakan, Kalimantan Utara," jelasnya.

Baca: Helikopter Bell TNI AD Hilang Kontak

Helikopter jenis Bell 412EP dengan Nomor Register HA-5166 milik TNI AD hilang kontak pada Kamis (24/11/2016) di wilayah antara Tarakan dan Malinau, Kalimantan Utara. Helikopter ini terbang membawa 4 kru dengan Pilot Yohannes Syahputra. Helikopter yang membawa logistik untuk wilayah perbatasan itu terbang dari dari Tarakan, Kalimantan Utara menuju Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan. (ika)

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!