Suap Panitera, Pengacara Pedangdut Saipul Jamil Dihukum 3,5 Tahun

"Dan pidana denda sebesar Rp100 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan"

Senin, 14 Nov 2016 13:47 WIB

Terdakwa kasus suap di PN Jakarta Utara yang juga pengacara artis Saipul Jamil, Kasman Sangaji mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (20/10). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Pengacara Pedangdut Saipul Jamil, Kasman Sangaji dihukum 3,5 tahun penjara. Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menilai, Kasman terbukti telah menyuap Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Rohadi.

Ketua Majelis Hakim Mas'ud mengatakan Kasman terbukti secara sah melakukan praktik korupsi secara bersama-sama.

"Mengadili, menyatakan saudara Kasman Sangaji telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Kasman Sangaji dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan. Dan pidana denda sebesar Rp100 juta  dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan," kata Mas'ud di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (14/11/2016).

Majelis hakim menilai hal yang memberatkan hukuman Kasman antara lain telah merusak citra advokat. Selain itu, Kasman juga dinilai tidak mengakui perbuatannya selama persidangan.

Sedangkan, yang meringankan hukumannya antara lain berlaku sopan di pengadilan dan belum pernah dihukum sebelumnya.

Dalam pertimbangan hakim, pemberian uang kepada Rohadi, telah dibicarakan dengan tim kuasa hukum Saipul Jamil. Kasman terbukti mengetahui dan menyetujui pemberian uang Rp50 juta juga kepada Rohadi untuk mengatur komposisi majelis hakim. Suap diberikan agar Saipul Jamil mendapatkan vonis ringan.

Sebelumnya, Kasman didakwa memberi suap Rp 250 juta kepada Ifa Sudewi, selaku Ketua Majelis Hakim perkara pencabulan Saipul Jamil. Uang diserahkan melalui perantara Rohadi.

Atas vonis tersebut, Rohadi maupun Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mempertimbangkan untuk banding.

"Setelah saya berdiskusi dengan tim penasihat hukum kami mohon untuk memikirkan, pikir-pikir dulu terhadap putusan ini majelis," ujar Kasman Sangaji.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.