Ilustrasi ujian nasional. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Pemerintah akan mengeluarkan keputusan final terkait pelaksanaan ujian nasional (UN) pada pekan depan. Presiden Joko Widodo mengatakan, akan melakukan rapat kabinet terbatas terlebih dahulu untuk mebahas permasalahan ini. Meski demikian, kata dia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memutuskan ujian nasional akan dikembalikan ke daerah (desentralisasi).

"Di tingkat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, memang sudah diputuskan agar UN itu didesentralisasi. Nanti akan kita rapatkan di Minggu ini. Di rapat terbatas. Kemudian akan diputuskan," kata Jokowi di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Sementara terkait pengangkatan guru honorer, Jokowi mengatakan saat ini masih dalam proses pengangkatan menjadi pegawai negeri sipil (PNS) secara bertahap.  

"Kan sudah saya sampaikan, seringkali. Jadi akan dilakukan secara bertahap untuk bisa memasukkan yang honorer ke PNS. Tetapi dengan syarat-syarat yang ada," ucapnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana menghapuskan UN mulai dari tingkat SMP sederajat hingga SMA/SMK sederajat. Namun, penghapusan UN ini hanya untuk sekolah-sekolah yang berada di atas standar nasional nilai integritas dan skor akademiknya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan UN selama ini hanya bertujuan untuk pemetaan sekolah secara nasional. Sedangkan saat ini sudah banyak sekolah yang levelnya di atas standar nasional berdasarkan nilai integritas dan skor akademik.


Editor: Sasmito

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!