Ilustrasi: kapal tenggelam. (Foto: kendari.basarnas.go.id)



KBR, Jakarta - Evakuasi terhadap puluhan korban kapal tenggelam di Perairan Batam, Kepulauan RIau terkendala arus yang besar.

Data sementara menyebut, Kepolisian Kepulauan Riau telah mengevakuasi 34 korban selamat. Sementara 12 korban tewas akibat insiden ini. Kapolda Kepulauan Riau Sam Budi Gusdian mengatakan masih terus melakukan pencarian dengan tim lain.

Dia memperkirakan masih ada lebih dari 50-an korban yang belum ditemukan. Kapal dari Malaysia itu mengangkut lebih dari 100 buruh migran menuju Batam.

"Kapal dari Malaysia menuju Batam melalu pelabuhan tradisional secara ilegal. Jam 3.40 WIB terkena ombak besar, pecah, penumpang kurang lebih 96 orang dan menurut pengakuan saksi itu 101 penumpang. 98 penumpang, 3 ABK, sampai saat ini yang selamat 34 orang dan mayat baru ditemukan 12 mayat," jelas Sam Budi saat dihubungi KBR, Rabu (2/11/2016).

Kapolda Kepulauan Riau Sam Budi Gusdian menambahkan, sudah ada lebih dari 280 persenel terdiri atas TNI, Polri, petugas Bea Cukai dan warga. Selanjutnya, proses evakuasi akan diambil alih Badan SAR Nasional.

"Ini TKI dari Malaysia mau pulang ke Indonesia ke wilayah Batam. (Pencarian akan dilanjutkan sampai kapan?) nanti sesuai prosedur, nanti Basarnas akan mengambil alih, sementara Polda memimpin semntara melakukan pencarian. Nanti Basarnas yang akan melanjutkan pencarian," pungkasnya.

Baca juga:

Sebuah kapal yang membawa tenaga kerja ilegal asal Indonesia terbalik setelah dihantam ombak di Perairan Nongsa, Batam Kepulauan Riau, Rabu (2/11/2016). Jenazah yang sudah berhasil ditemukan kemudian dibawa ke RS Polda Kepulauan Riau untuk diidentifikasi.




Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!