Ilustrasi: Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan proyek Mobile Power Plant (MPP) 2x25 MW di areal PLTU Jeranjang, Desa Taman Ayu, Gerung, Lombok Barat, NTB. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo mengancam bakal melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait 34 proyek pembangkit listrik yang mangkrak hingga saat ini. Kata dia, proyek yang sudah memakan biaya triliunan rupiah tersebut sudah mangkrak selama tujuh sampai delapan tahun.

Jokowi meminta Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bergerak cepat untuk menguadit puluhan proyek pembangkit listri tersebut.

"Saya juga telah minta laporan dari BPKP mengenai 34 proyek pembangkit list yang mangkrak 7 tahun 8 tahun. Kepala BPKP tolong disampaikan bagaimana penyelesaian proyek yang mangkrak ini, karena dana yang dikeluarkan sudah sangat besar sekali. Apakah langsung bisa diteruskan? Kalau saya lihat satu dua di lapangan kelihatannya juga banyak yang tidak bisa diteruskan karena memang sudah hancur sudah karatan.Semuanya ini harus ada kepastian. Kalau memang ini tidak bisa diteruskan ya sudah berarti saya akan bawa ke KPK," ujarnya saat membuka Rapat Kabinet Terbatas di Kantor Presiden, Istana Negara, Jakarta, Selasa (01/11).

Menurut dia, data hingga 24 Oktober 2016 menyebutkan bahwa realisasi pembangkit COD (Commercial Operation Date)   program 35 ribu Mega Watt baru mencapai 36 persen dari target kumulatif sampai dengan  2016. Sedangkan realisasinya kata dia, pembangkit COD program FTP 1, FTP 2 dan reguler baru yang merupakan bagian program 7000 Mega Watt mencapai 83 persen dari target kumulatif sampai dengan tahun 2016 atau 53 persen dari target keseluruhan.

"Dengan demikian realisasi COD Pembangkit listrik secara keseleuruhan sampai 24 Oktober 2016 masih 29,4 persen dari target keseluruhan tolong nanti dikoreksi angka-angka ini kalo memang ada yang tidak betul. Oleh sebab itu kita harus bekerja lebih keras lagi seperti yang sudah sering saya sampaikan, sebetulnya investor itu ngantri tapi realisasi angkanya masih kecil," ucapnya.

Dia menambahkan, dari segi calon investor di bidang ketenagalistrikan, jumlahnya sangat banyak namun tingkat realisasinya masih tergolong rendah. Data menunjukkan bahwa 71 proyek dari 109 proyek masih dalam tahap perencanaan dan pengadaan. Dia   meminta agar dalam pembangunan proyek ketenagalistrikan   mempertimbangkan penggunaan energi terbarukan.

"Saya ingin tahu kendalanya apa. Saya minta semua diawasi satu per satu sehingga kita mengetahui dimana salahnya sehingga segera diselesaikan di lapangan. Saya juga minta kebijakan untuk membangun proyek ini juga tidak mengabaikan energi baru terbarukan, kita juga ingin memberikan prioritas kepada geotermal, listrik dari sampah, hidro dan mikro hidro karena kita harus mampu memanfaatkan potensi-potensi listrik yang ada," tambahnya.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!