Polri Targetkan Berkas Perkara Ahok Rampung Dalam Sepekan

Polri tetap berpegang pada hukum acara pidana yang tidak mewajibkan dilakukan penahanan.

Senin, 21 Nov 2016 12:31 WIB

Juru bicara Polri Boy Rafli Amar. Foto: KBR/Gilang

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

ARTIKEL TERKAIT

KBR, Jakarta- Mabes Polri akan memeriksa Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama(Ahok) sebagai tersangka kasus penistaan agama untuk pertama kalinya pada Selasa besok. Juru bicara Polri Boy Rafli Amar mengatakan Polri menargetkan penyusunan berkas akan tuntas dalam sepekan.

"Apabila tidak ada hambatan pemeriksaan saksi lain yang dituangkan dalam berita acara maka diharapkan itu akan dituntaskan proses penyusunan berkas perkara untuk dapat dilaksanakan penyerahan tahap 1 kepada jaksa penuntut umum,"kata Boy di Mabes Polri, Senin(21/11/2016).

Terkait desakan penahanan, sampai saat ini Polri masih belum melihat urgensi untuk menahan Ahok. Meski begitu, Boy memastikan proses hukum akan tetap bergulir. Boy mengatakan Polri tetap berpegang pada hukum acara pidana yang tidak mewajibkan dilakukan penahanan.

Sementara itu, Jumat(2/12) mendatang. GNPF MUI beserta gerakan masyatakat lain akan kembali melakukan aksi. Mereka menuntut agar Ahok ditahan. GNPF MUI menfambil contoh kasus penistaan agama lain seperti Ahmad Moshadeq, Gafatar, dan Lia Eden. Mereka langsung ditahan begitu ditetapkan sebagai tersangka.

Terkait aksi ini, Boy mengatakan polisi akan memastikan pihak koordinator aksi bisa menjamin keamanan. Ini dilakukan agat kerusuhan seperti yang terjadi di aksi 4 November kemarin tidak kembali pecah. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Selama ini kita sering mendengar berita mengenai orang yang meninggal akibat penyakit diabetes, sehingga menjadikan diabetes sebagai salah satu penyakit yang ditakuti.