Sengketa lahan petani Telukjambe Barat, Karawang dengan PT. Pertiwi Lestari



KBR, Jakarta- Satu petani Telukjambe Barat Karawang, Jawa Barat yang mengungsi ke Jakarta melahirkan anak, Selasa dini hari. Pengungsi bernama Neni, 25 tahun, itu melewati proses persalinan tanpa didampingi suaminya, yang ditahan Polres Karawang atas tuduhan pengeroyokan.

Anggota Satgas Perlindungan Anak, Ilma Sovri Yanti, menyatakan bayi tersebut kini masuk ICU. Sebab bayi tersebut meminum air ketuban.

"Waktu proses kelahiran, bayi ini meminum air ketuban yang keruh, warna hijau," ujarnya kepada KBR, Selasa (8/11/2016) malam.

"Jadi indikasi keracunan ini sudah diterka oleh dokter tadi malam ketika bayi ini lahir dengan kondisi seperti itu," terangnya.

Ilma menambahkan, sedianya bayi tersebut akan langsung dibawa ke Ciamis, tempat mertua Neni berada. Sebab, berdasarkan saran dari dokter, pengungsian tidaklah layak dan tidak sehat bagi bayi tersebut.

"Dokter juga melihat ringkihnya kondisi bayi yang baru lahir," katanya.

Neni dan bayinya harus menunggu waktu cukup lama sebelum pergi ke Ciamis. Sebab, bayi harus dalam kondisi sehat ketika melakukan perjalanan. Perjalanan akan difasilitasi oleh Dinas Sosial Karawang atau Kementerian Sosial.

"Mereka menunggu kami mengabarkan jika bayinya sudah sehat," imbuhnya lagi.

Ilma mengatakan, Neni saat ini sehat secara jasmani namun mengalami tekanan psikis. Sebab Neni yang saat itu hamil tua menyaksikan langsung suaminya yang ditangkap dan dipukuli oleh petugas. Di samping itu, dia juga harus mengurus anak pertamanya yang berusia sekitar 4 tahun.

Dari catatan Satgas Perlindungan Anak, saat ini ada 32 anak berusia di bawah 12 tahun yang berada di pengungsian. Setidaknya 2 anak dirawat di rumah sakit, dan 2 lainnya mengalami trauma. Para relawan membuatkan Pondok Ceria Anak di kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) di Jakarta. Pondok dibuat untuk memberikan anak-anak ini kegiatan.
 
Sudah hampir sebulan, ratusan petani -termasuk perempuan dan anak- mengungsi ke Jakarta akibat konflik lahan. Mereka mencari perlindungan setelah lahan mereka dimasuki PT Pertiwi Lestari.


Muspida

Pemda Kabupaten Karawang akan mengundang perwakilan petani Telukjambe Barat dan pendamping untuk bertemu Musyawarah Pimpinan Daerah di Karawang, Kamis 10 November. Hal itu disepakati dalam pertemuan dengan pendamping ketika perwakilan Pemda mengunjungi para petani yang mengungsi ke Jakarta, hari ini.

Asisten Pemerintahan Setda Karawang, Samsuri, menyatakan pertemuan itu akan membahas jaminan keamanan dan upaya pemulangan dalam waktu dekat.

"Kalau keamanan tuh kan ada pihak kepolisian. Maka tanggal 10 besok kami akan mengundang tim kecil ini berdialog dengan kami di Muspida," ujarnya kepada wartawan di LBH Jakarta, Selasa (8/11/2016) siang.

"Jaminan keamanan seperti apa yang dinginkan oleh mereka. Ini juga tidak kembali ke lokasi, tetapi ke safe house yang mungkin kami siapkan. Berapa lama mereka berada di sana? Kan tidak mungkin selamanya. Ini akan kami bicarakan," terangnya.

Samsuri menambahkan,   akan segera mengecek lahan untuk dijadikan safe house atau penampungan sementara. Kata dia setidaknya ada 3 lokasi yang jadi pilihan. Selain itu, perwakilan Pemda juga sempat mendiskusikan kemungkinan solusi seperti relokasi.

Pemda Karawang diwakili oleh Asisten Pemerintah Sekda, sejumlah camat, kepala desa, dan staf Dinas Sosial. Sementara petani didampingi oleh LBH Jakarta, Serikat Tani Nasional, Kontras, dan Satgas Perlindungan Anak.

Dalam pertemuan itu, pemda juga membawa satu truk kebutuhan logistik warga.

Editor: Rony Sitanggang



Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!