Kegiatan di posko logistik untuk demo 4 November. Posko ini ditargetkan mampu memberikan logistik hingga 50 ribu pendemo (Foto: Yudi Rachman/KBR)

KBR, Jakarta- Salah satu persiapan demo menentang Ahok pada 4 November mendatang adalah membentuk posko bantuan untuk memasok kebutuhan makanan. Di posko yang terletak di Condet, Jakarta Timur itu sudah terkumpul logistik untuk 15-20 ribu orang.

Juru bicara posko dapur umum, Naldi mengatakan poskonya menargetkan bisa memberikan logistik makanan untuk 50 ribu peserta aksi unjuk rasa. Kata dia, bantuan yang masuk berasal dari Jakarta, Malaysia, New Zealand, Australia. Bantuan itu berupa uang tunai, bahan pokok seperti telur, beras, mie instant, minyak goreng dan lainnya.

"Dana sampai kemarin sudah terkumpul Rp 190 juta dan sembako seperti telur, beras,bahan pokok, air mineral. Sementara ini untuk memenuhi 15-20 ribu orang," jelas Naldi di Posko yang terletak di jalan Condet Raya 193.

Naldi menambahkan, relawan di posko tersebut didominasi oleh perempuan.Kata dia, relawan sudah mulai berdatangan untuk membantu proses memasak logistik yang akan dibagikan pada 4 November mendatang.

Pendekatan Persuasif
Sementara itu Kepolisian Indonesia berjanji bakal menerapkan pendekatan persuasif dalam mengawal demonstrasi pada 4 November 2016. Wakil Kepala Kepolisian Indonesia, Syafruddin mengatakan, itu juga yang dilontarkan presiden dalam pertemuannya bersama sejumlah tokoh Islam kemarin di Istana.

"Presiden sudah jelaskan pertemuan dengan MUI kemarin, laksanakan tugas sebaiknya. Ayomi masyarakat. Upayakan situasi kondusif dan stabil," ucapnya.

Dia tambahkan, Kepolisian Indonesia juga sudah mengantisipasi semua kemungkinan yang bakal terjadi dalam pelaksanaan aksi tersebut. Termasuk soal adanya kemungkinan ada yang menunggangi aksi yang dilaksanakan atas dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

"Kita tugasnya hanya melaksanakan pengamanan untuk demonstrasi. Mengamankan dan melayani. Bukan hanya demonstrasi yang kita layani. Masyarakat yang tidak demo juga kita layani. Kita tak boleh bersentuhan antara yang demo dan masyarakat umum yang lain. (Soal kemungkinan ada pihak ketiga?) Semua aspek kita waspadai," tambahnya.

Editor: Dimas Rizky 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!