Pemerintah Banding Putusan KIP Munir, LBH Siapkan Kontra Memori

"Pemerintah saja tidak tahu terakhir di mana, bagaimana bisa nyari dokumen aslinya?"

Kamis, 03 Nov 2016 18:04 WIB

Foto: KBR

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta sedang menyiapkan kontra memori banding menyusul banding yang diajukan pemerintah atas putusan KIP untuk membuka dokumen TPF Munir.

Pengacara LBH Jakarta, Uchok Shigit Prayogy mengatakan, pemerintah seharusnya mengumumkan terlebih dahulu soal keberadaan dokumen TPF tersebut.

"Pemerintah kan belum umumkan secara resmi hilangnya di mana itu yang menjadi concern kita soalnya mereka bilang nggak ada. Dia nggak pernah tracking berkas tersebut terakhir di mana. Secara resmi belum pernah diumumkan. Pemerintah saja tidak tahu terakhir di mana, bagaimana bisa nyari dokumen aslinya?" ujar Uchok kepada KBR (3/11/2016).

LBH Jakarta juga berencana mengajukan permohonan juru sita ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) untuk mencari dokumen asli TPF Munir. Uchok mengatakan juru sita berwenang mengambil seluruh berkas yang dimiliki Kementerian Sekretariat Negara. Selain itu juga bisa mengumumkan langsung ke publik.

"Kita kan sudah mendesak pemerintah mengumumkan ini kan bukan hanya di era Jokowi, di era SBY kita sudah meminta. Sekarang sudah putus di KIP baru mereka kelabakan. Kan artinya sepanjang proses permohonan informasi yang kita ajukan, artinya mereka menghilangkan tanggung jawabnya atas laporan tersebut," kata Uchok.

Pada akhir tenggat kemarin (2/11/2016) pemerintah mengajukan keberatan atas putusan Komisi Informasi Pusat yang memerintahkan dokumen TPF Munir dibuka ke publik. Keberatan itu diajukan dengan alasan pemerintah masih mencari dokumen TPF Munir. Dalam sidang Oktober lalu, Komisi Informasi memenangkan gugatan Kontras yang ingin membuka laporan TPF Munir. Kemensetneg sebagai tergugat divonis wajib membuka dokumen itu ke publik.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Kepolisian Siapkan 4 Ribu Personel Amankan Kunjungan Obama di Jakarta dan Bogor

  • Peningkatan Kendaraan Arus Balik Lebaran Terjadi di Tol Cileunyi
  • Penghapusan Sistem Kuota, Importir: Lihat Dulu Apa Komoditasnya
  • Militer Filipina Temukan 17 Jenazah yang Dimutilasi di Marawi

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?