Abu Jandal alias Salim Mubarak Atamimi saat menantang tni melalui tayangan di Youtube.



KBR, Bali- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berencana mengirim tim ke Damaskus dan Irak. Pengiriman untuk   memastikan kematian panglima ISIS asal Indonesia Abu Jandal atau  Salim Mubarak Atamimi.

Petrus Golose,  Deputi Kerja Sama Internasional, BNPT mengatakan   terus menjalin komunikasi dengan otoritas setempat guna mendapatkan informasi lebih jelas. kata dia BNPT kesulitan mendapatkan data karena rentang jarak yang jauh dari Indonesia.

"Banyak kendala kita dan sudah lebih 70 orang Indonesia meninggal di sana. Tetapi kita harus memeriksa apakah DNA nya sesuai? Apakah finger print-nya sesuai? Apakah ditemukan data yang sesuai dengan saudaranya? Kemudian ciri-cirinya. Karena tidak bisa dikatakan yang bersangkutan sudah meninggal dunia sampai kita temukan hal yang signifikan berkaitan dengan matinya korban," ujar Petrus Golose,  Deputi Kerja Sama Internasional, BNPT di Bali, Rabu (09/11).

Kata dia informasi meninggalnya Abu Jandal ini sudah yang ke dua kali. Informasi seupa muncul  Januari lalu sehingga diperlukan kepastian .

Kata Petrus, hingga saat ini sudah ratusan orang Indonesia  yang bergabung dengan tentara ISIS. Namun ia mengatakan jumlah warga negara Indonesia yang bergabung dengan ISIS yang tergolong rendah dibanding Eropa. Kata dia  ini disebabkan kuatnya counter radikalisasi baik oleh pemerintah maupun organisasi keagamaan.

Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!