Warga dibantu Petugas BPBD dan anggota TNI menyingkirkan material longsoran yang menimpa rumah penduduk dan gedung Puskesmas 2 Karangpucung, Cilacap. (Foto: KBR/BPBD Cilacap)


KBR, Cilacap– Hujan yang mengguyur Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah sejak dua hari terakhir menyebabkan longsor dan banjir di sejumlah Kecamatan. Dilaporkan satu gedung Puskesmas dan sejumlah rumah penduduk rusak pada Jumat dinihari. 

Kepala Pusat Pengendalian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Gatot Arif Widodo mengatakan sementara ini, data yang masuk, longsor terjadi hampir merata di lima kecamatan wilayah Cilacap barat. Yakni Kecamatan Karangpucung, Cimanggu, Majenang, Wanareja, hingga Kecamatan Cipari.
 
Di Surusunda Kecamatan Karangpucung, Gedung Puskesmas 2 Karangpucung jebol sepanjang 50 meter akibat longsoran tebing. Dua rumah yang ada di sebelah  Puskesmas juga turut tertimbun material longsoran.
 
Di Kecamatan Cimanggu, empat rumah di Desa Panimbang  dan Cikondang dilaporkan juga rusak akibat longsor. Selain itu tiga rumah lainnya di Bantarmangu dilaporkan juga rusak.
 
Selain itu, longsor juga terjadi di sejumlah kecamatan lain yakni Majenang, Wanareja dan Cipari. Longsor menimpa sejumlah rumah penduduk dan menutup jalan desa.
 
Selain laporan yang sudah masuk, Hingga saat ini, kata Gatot, BPBD masih menunggu laporan dari wilayah lain. Diperkirakan, laporan akan semakin banyak lantaran saat ini Cilacap masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sepanjang Jumat sore hingga malam ini.
 
“Puskesmas 2 Karangpucung, kena longsor itu. Kemudian, sebelahnya ada rumah, material longsoran dan menimpa rumah itu. Longsor ada beberapa titik, kebetulan sore ini sudah masuk banyak. Kemudian ada jebol tanggul Sungai di 2 atau tiga titik di Karangreja Kecamatan Cimanggu. Kemudian ada longsor di Kecamatan Wanareja. Juga ada longsor di Kecamatan Majenang. Kemudian ada banjir di Sidareja, ini sudah mulai ada pengungsi,” kata Gatot kepada KBR, Jumat malam (25/11/2016).
 
Lebih lanjut Gatot menambahkan, selain longsor, banjir di Kecamatan Sidareja dilaporkan semakin tinggi. Sejumlah 48 warga Cibenon Jumat sore tadi sudah mengungsi ke Gedung Koramil. Malam ini, kata Gatot, BPBD   akan menyisir permukiman di Gunungreja yang genangannya sudah semakin tinggi untuk melakukan evakuasi warga.
 
Gatot memprediksi, genangan di Kecamatan sidareja akan semakin tinggi dan berpotensi meluas ke desa dan kecamatan lain karena intensitas hujan yang tinggi.
 
Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, banjir dan longsor yang terjadi di Cilacap diprakirakan mengakibatkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Editor: Rony Sitanggang
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!