Kongres PSSI, Persebaya Ancam Pidanakan Pengambil Kursi Voter

"Yang diundang sebagai voter 18 klub ISL, Persebaya Surabaya dipanggil, tetapi ada yg mengaku-ngaku."

Kamis, 10 Nov 2016 14:07 WIB

Direktur Klub Persebaya Karyadi Suwito protes kursi voter-nya diambil Bhayangkara. (Foto: KBR/Yudi R.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sempat memanas ketika pengurus suporter Persebaya yang dikenal Bonek memasuki area kongres. Mereka mempertanyakan nasib Persebaya yang dijanjikan pemerintah untuk masuk dan diakui kembali PSSI. 

Pengurus suporter Persebaya Andi Peci memprotes sikap panitia kongres yang tidak memberikan kursi voter. Malah kata dia, kursi voter jatah  Persebaya digunakan oleh Bhayangkara FC.

"Ada janji dan komitmen dari mereka untuk memberikan hak voter kepada Persebaya Surabaya dan memulihkan hak Persebaya di kongres ini. Kemenpora merupakan representasi pemerintah dan PSSI merupakan representasi klub. Jargon revolusi mental dan perbaikan tata kelola sepakbola yang baik ketika mereka mengingkari fairplay," jelas  Andi Peci di Arena Kongres, di Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Andi melanjutkan, "kita mendengarkan  bahwa agenda pemulihan klub Persebaya tidak dibahas sama sekali. Hari ini Bonek kami tarik semua ke sini, kami menahan diri. Kami akan bergerak. Kami tidak akan pulang ke Surabaya jika tidak ada kejelasan. Kita akan bertarung di Surabaya."

Andi Peci menambahkan,  sudah berjuang cukup lama agar Persebaya Surabaya diakui. Dia juga memprotes pemberian hak voter kepada Bhayangkara FC.

"Yang diundang sebagai voter 18 klub ISL, Persebaya Surabaya dipanggil, tetapi ada yg mengaku-ngaku. Persebaya Surabaya sudah clear, tidak ada dualisme. Tetapi kenapa yang mewakili Bhayangkara FC," ungkapnya.

Andi mengancam akan memidanakan orang-orang yang mengaku sebagai perwakilan Persebaya Surabaya.

"Pertanyaannya yang dipanggil Persebaya itu mewakili siapa, mandatnya seperti apa kop suratnya seperti apa pasti tahu panitianya. Maka kita akan mengepung Polda Jatim untuk menangkap orang itu.Ini bukan hanya persoalan sepak bola ini sudah masuk ranah pidana.Nama Persebaya Surabaya dipakai oleh pihak lain," katanya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.