Konflik Lahan Telukjambe, Petani Desak Bupati Segera Bentuk Tim Penyelesaian

"Saya ingin secepatnya ada penyelesaian,"

Selasa, 15 Nov 2016 21:51 WIB

Pengungsi Telukjambe Karawang. (Foto: KBR/Rio T.)



KBR, Jakarta- Petani Telukjambe Karawang, Jawa Barat, meminta Pemda   segera membentuk tim penyelesaian konflik agraria seperti yang dijanjikan bupati. Ketua Serikat Tani Telukjambe Barat Bersatu, Maman Nuryaman, menyatakan sampai saat ini Pemda belum mengeluarkan SK pembentukan tim tersebut.

Bupati Karawang Cellica Nurrachdiana dikabarkan saat ini sedang di Italia menghadiri kongres kesehatan ibu. Maman meminta bupati langsung membentuk tim itu sekembalinya ke tanah air.

"Setelah bupati datang ke Karawang kami minta ada rapat lagi dengan tim kita, untuk membentuk tim untuk menyelesaikan konflik agrarianya," terangnya kepada KBR, Selasa (15/11/2016) malam.

"Saya mewakili petani tidak mengharapkan sampai berbulan-bulan dan bertahun-tahun seperti ini. Saya ingin secepatnya ada penyelesaian," tambahnya.

Tim penyelesaian konflik agraria itu akan berisi pejabat daerah, perwakilan petani, dan organisasi pendamping seperti Serikat Tani Nasional dan Kontras. Tim ini akan bertugas menyelesaikan konflik agraria warga dengan PT Pertiwi Lestari. Tim juga akan merancang jaminan pekerjaan dan penghidupan warga ketika dipindahkan ke tempat baru.

Sementara itu, kata Maman, warga sangat kecil kemungkinan kembali ke kampung asalnya. Kata dia, Pilihan sekarang lebih condong ke lokasi baru.

Saat ini warga ditampung sementara di asrama haji Al-Jihad Karawang. Mereka kemudian akan dipindahkan ke Rusunawa Adiarsa Barat sambil menunggu konflik selesai. Seratusan warga ini sempat mengungsi ke Jakarta selama sebulan karena merasa tidak aman di kampungnya. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?