Kemensos Segera Pindahkan Anak-anak Telukjambe dari LBH Jakarta

Pemindahan akan dilakukan Kemensos dalam waktu dekat ini.

Minggu, 06 Nov 2016 17:47 WIB

Petani Telukjambe. Foto: STN


KBR, Jakarta- Kementerian Sosial (Kemensos) mengatakan akan segera memindahkan anak-anak korban konflik Telukjambe, Karawang, Jawa Barat yang saat ini mengungsi di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos, Adi Karyono menyebut pemindahan itu menjadi prioritas dalam waktu dekat.


"Dari linjamsos kita akan memberikan layanan pertama, pendampingan dukungan psikososial. Kedua, kebutuhan daruratnya karena kelihatannya mereka kebutuhannya adalah tidak layak lagi mengungsi di situ (LBH Jakarta). Kita akan carikan tempat yang layak untuk bisa mereka hidup walaupun dalam pengungsian juga tapi memenuhi kebutuhan dasarnya, makanannya, pakaian dan sebagainya," papar Adi kepada KBR (6/11/2016).

Adi menambahkan, koordinasi dengan pemerintah daerah Karawang sedang dilakukan untuk mencari tempat yang layak dengan prioritas lokasi di sana. Namun jika tidak dimungkinkan, maka opsinya adalah memindahkan anak-anak tersebut ke tempat penampungan seperti Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus Jakarta, ataupun panti dari Dinas Sosial. Pemindahan ini, kata dia ditargetkan secepatnya dalam waktu sehari maupun dua hari hingga seminggu. Sementara untuk pemenuhan pendidikannya, Adi mengaku perlu untuk berkoordinasi dengan dinas pendidikan dalam menanganinya.  

"Kalau untuk pendidikannya tentu kita tidak bisa langsung menangani, kita akan coba koordinasi  dengan diknas dan yang setempat untuk bisa mengatasi itu. Yang jelas kita akan lakukan karena berapa hari ini kelihatannya belum ada yang bisa dilakukan teman-teman dari dinas sosial Karawang maupun dari Jawa barat," ujarnya.

Baca: Belasan Anak Petani Telukjambe Yang Mengungsi Tak Bisa Sekolah

Serikat Petani Nasional rencananya (STN) besok akan berkirim surat kepada Kementerian Sosial terkait nasib anak-anak petani yang saat ini masih bertahan di LBH Jakarta. Ketua STN, Ahmad Rifai mengatakan saat ini ada 31 anak yang ditampung di LBH, 17 diantaranya tidak sekolah.


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.