Kapal TKI Tenggelam, 10 Jenazah Sudah Diidentifikasi

"Sembilan yang lain di antaranya dari Lombok NTB, Jawa Timur dan Jawa Tengah."

Kamis, 03 Nov 2016 22:36 WIB

Petugas mengevakuasi korban meninggal tenggelamnya kapal yang mengangkut sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) di Teluk Mata Ikan, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (2/11). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta-
Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Tanjung Pinang, Kepulauan Riau menyatakan sebanyak 10 dari 18 TKI yang menjadi korban meninggal kapal tenggelam di perairan Tanjung Bemban, Batu Besar Perairan Batam  telah berhasil diidentifikasi. Kata Kepala BP3TKI Tanjung Pinang, Ahmad Ramadhan, masih ada 44 korban hilang masih dalam pencarian.

Ahmad menyebut kapal yang memuat 101 orang itu, berlayar tanpa memiliki dokumen dan manifes atau data penumpang.   

"Korban yang meninggal tersebut, sampai hari ini 10 orang dengan rincian 6 wanita dan 4 laki-laki sudah teridentifikasi. Artinya dari 18 orang (meninggal) 10 orang sudah teridentifikasi. Yang pertama dari Batam sudah dijemput keluarga dan sudah dimakamkan. Yang sembilan yang lain di antaranya dari Lombok NTB, Jawa Timur dan Jawa Tengah. (Manifes tak ada,  jumlah total penumpang 101 orang  dari mana?) Dari penjelasan TKI yang selamat, jadi sebelum berangkat mereka dihitung, jumlah mereka 98 (TKI) dan 3 ABK," papar Ahmad kepada KBR (3/11/2016). 

Ahmad melanjutkan, "Jadi tiga ABK itu kita tidak mengatakan melarikan diri atau, yang jelas dia belum didapat. Bisa jadi ya kita tidak menduga-duga pokoknya dia orang yang bertanggungjawab sementara belum ditemukan."

Ahmad menambahkan, 98 TKI yang menjadi penumpang berasal dari Jawa Timur 6 orang, Nusa Tenggara Barat 6 orang, Nusa Tenggara Timur 3 orang, dan Aceh 2 orang. Lainnya berasal dari Sumatera Utara 1 orang, Sumatera Barat 1 orang, dan Palembang 1 orang.

Ahmad menyebut 39 orang yang selamat saat ini berada di shelter dinas sosial dalam kondisi sehat.  BNP2TKI akan memfasilitasi  kembali ke daerah masing-masing secepatnya.

Ahmad mengatakan  membentuk posko pengaduan bagi keluarga yang kehilangan. Mereka  dapat menghubungi no telp posko BNP2TKI  082213671991 dan 08121424760.

"Kami dari BNP2TKI siap mengawal kembali, memfasilitasi kembali ke daerah asal mereka masing-masing. Dari BNP2TKI. Secepatnya, artinya mereka ada diambil keterangan, kami akan koordinasi malam ini dengan pihak penyidik. Apabila memang sudah selesai secepatnya bila besok pun siap kita untuk fasilitasi kembali ke keluarga masing-masing sesuai daerah asalnya," pungkasnya.  

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Jumlah Napi Narkoba Kian Bertambah, Menteri Yasonna Akui Kewalahan

  • Erupsi Gunung Sinabung Abu Vulkanik Capai 3,2 KM
  • Uni Eropa Ajak Suu Kyi Negosiasi soal Rohingya
  • Marquez Diisukan Gantikan Rossi di Yamaha

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau