Kampanye Ahok Dihadang, Polisi Tunggu Laporan Bawaslu

"Masih kita tunggu berkas laporan polisinya. Kita tunggu laporan dari Bawaslu, sampai saat ini belum ada laporan sama sekali, kita tunggu."

Jumat, 18 Nov 2016 19:12 WIB

Sekelompok orang menghadang kampanye Ahok-Djarot di Kedoya, Jakarta Barat. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Kepolisian Jakarta masih menunggu laporan resmi pidana kampanye dari Bawaslu terkait dugaan kejahatan mengahalangi kampanye Ahok-Djarot. Menurut Juru bicara Polda Metro Jaya Awi Setyono, hingga kini polisi belum menerima aduan dari Bawaslu. Meskipun, ada Penegak Hukum Terpadu yang berisi polisi, bawaslu dan kejaksaan.

"Masih kita tunggu berkas laporan polisinya. Kita tunggu laporan dari Bawaslu, sampai saat ini belum ada laporan sama sekali, kita tunggu. Kalau beliau baru bicara sekarang, mungkin yang pertama akan diserahkan ke polisian," jelas Juru Bicara Polda Metro Jaya Awi Setyono kepada KBR, Jumat (18/11/2016).

Awi mengharapkan, Bawaslu bisa segera membuat laporan resmi ke kepolisian agar kasus pelanggaran pidana kampanye tersebut bisa ditangani.

Sebelumnya, Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta Muhammad Jufri mengatakan, penolakan terhadap kampanye calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, di Kembangan Utara, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu, merupakan tindak pidana pemilu. Putusan tersebut diambil Bawaslu DKI setelah berkoordinasi bersama tim sentra penegakan hukum terpadu (gakkumdu), yakni kejaksaan dan pihak kepolisian. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Penggantian Ketua DPR Dinilai Tak Perlu Tergesa-gesa

  • PKB: Keputusan Golkar Terkait Posisi Setnov Menyandera DPR
  • Mendagri: Usulan Tim Gubernur Anies Melebihi Kapasitas yang Diatur Undang-undang
  • Golkar Resmi Dukung Khofifah-Emil di Pilkada Jatim