Jokowi Tak Khawatirkan Isu Makar

Jokowi mengatakan, pemerintahannya merupakan hasil demokrasi yang sah atau konstitusional.

Selasa, 22 Nov 2016 10:03 WIB

Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan empat mata dengan Megawati Soekarnoputeri yang berkunjung ke istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/11). Foto: Antara


KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengaku tidak khawatir dengan isu penggulingan pemerintah (makar). Ia beralasan, pemerintahannya merupakan hasil demokrasi yang sah atau konstitusional. 


Meski demikian, Jokowi merasa perlu bertemu dengan tokoh-tokoh untuk memberi ketenangan kepada masyarakat.

"Nggak lah, kita ini kan produk demokrasi yang konstitusional. Saya biasa-biasa saja. Bahwa kita perlu bertemu dengan tokoh-tokoh, perlu konsolidasi dengan TNI Polri memang itu yang harus dilakukan dalam mengelola memanage situasi, agar masyarakat melihat sehingga ada ketenangan di situ," kata Jokowi di Istana Merdeka, Selasa (22/11/2016).

Jokowi membantah adanya perpecahan suara di antara parpol-parpol pendukung. Jokowi mengaku telah memastikan hal itu dengan bertemu parpol yang bergabung dalam koalisi pemerintah.

"Nggak ada, kan kita sudah bertemu semuanya, ada yang bertemu tertutup, ada yang bertemu terbuka, nggak ada," ujar dia.

Baca: 2 Desember, Polri Larang Aksi di Semanggi - Thamrin

Kapolri Tito Karnavian menyebut ada upaya pengambilalihan kekuasaan terkait demo 2 Desember mendatang. Soal ini, Tito mengatakan Polri sudah mengantongi informasi soal rapat-rapat rahasia terkait.

Saat ini, kata Tito, Polri masih terus mengawasi.

"Kita selidiki terus upaya makar itu. Rapat-rapat kita tahu sudah beberapa kali dilakukan. Rapat untuk menguasai gedung DPR, rapat untuk menggerakkan massa-massa yang lain, kita paham," kata Tito di Mabes Polri, Senin (21/11).

Menurut Tito, aksi 2 Desember nanti bukan hanya soal kasus Ahok. Sebab, saat ini proses hukumnya tengah bergulir. Soal kekhawatiran yang dihembuskan bahwa jika Ahok tidak ditahan maka ia berpotensi melarikan diri, Tito melihat itu mustahil.


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.