Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan empat mata dengan Megawati Soekarnoputeri yang berkunjung ke istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/11). Foto: Antara


KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengaku tidak khawatir dengan isu penggulingan pemerintah (makar). Ia beralasan, pemerintahannya merupakan hasil demokrasi yang sah atau konstitusional. 


Meski demikian, Jokowi merasa perlu bertemu dengan tokoh-tokoh untuk memberi ketenangan kepada masyarakat.

"Nggak lah, kita ini kan produk demokrasi yang konstitusional. Saya biasa-biasa saja. Bahwa kita perlu bertemu dengan tokoh-tokoh, perlu konsolidasi dengan TNI Polri memang itu yang harus dilakukan dalam mengelola memanage situasi, agar masyarakat melihat sehingga ada ketenangan di situ," kata Jokowi di Istana Merdeka, Selasa (22/11/2016).

Jokowi membantah adanya perpecahan suara di antara parpol-parpol pendukung. Jokowi mengaku telah memastikan hal itu dengan bertemu parpol yang bergabung dalam koalisi pemerintah.

"Nggak ada, kan kita sudah bertemu semuanya, ada yang bertemu tertutup, ada yang bertemu terbuka, nggak ada," ujar dia.

Baca: 2 Desember, Polri Larang Aksi di Semanggi - Thamrin

Kapolri Tito Karnavian menyebut ada upaya pengambilalihan kekuasaan terkait demo 2 Desember mendatang. Soal ini, Tito mengatakan Polri sudah mengantongi informasi soal rapat-rapat rahasia terkait.

Saat ini, kata Tito, Polri masih terus mengawasi.

"Kita selidiki terus upaya makar itu. Rapat-rapat kita tahu sudah beberapa kali dilakukan. Rapat untuk menguasai gedung DPR, rapat untuk menggerakkan massa-massa yang lain, kita paham," kata Tito di Mabes Polri, Senin (21/11).

Menurut Tito, aksi 2 Desember nanti bukan hanya soal kasus Ahok. Sebab, saat ini proses hukumnya tengah bergulir. Soal kekhawatiran yang dihembuskan bahwa jika Ahok tidak ditahan maka ia berpotensi melarikan diri, Tito melihat itu mustahil.


Editor: Sasmito

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!