Jokowi Safari Temui Tokoh Agama, Menag: Untuk Samakan Persepsi

"Saya pikir itu sesuatu yang positif bagaimana menyamakan persepsi antara Pak Presiden dengan tokoh-tokoh agama,"

Selasa, 08 Nov 2016 15:09 WIB

Presiden Joko Widodo didampingi Mensesneg Pratikno (kanan) bertemu dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj (kedua kiri), Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini (k



KBR, Jakarta- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan safari Presiden Joko Widodo atau Jokowi menemui para tokoh agama sebagai upaya menyamakan persepsi, terutama pasca ulama berdemo 4 November lalu. Lukman mengatakan, strategi itu positif untuk semakin mendekatkan Jokowi dengan tokoh-tokoh agama.

Lukman  mengklaim kunjungan Jokowi ke tokoh agama sudah lumrah, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di berbagai daerah.

"Tentu itu cara beliau, cara Pak Presiden untuk bagaimana menjaga silaturahmi dengan tokoh-tokoh agama. Dan beliau biasa, tidak hanya di sini, saat ke daerah juga menemui tokoh-tokoh agama. Saya pikir itu sesuatu yang positif bagaimana menyamakan persepsi antara Pak Presiden dengan tokoh-tokoh agama," kata Lukman di Balai Kartini, Selasa (08/11/16).

Lukman mengatakan, kunjungan Jokowi ke tokoh-tokoh agama juga untuk berterima kasih karena ulama itu bisa mengajak massa berdemo secara tertib dan damai, meski pada akhirnya berujung bentrok. Kata dia, Jokowi juga ingin mempererat silaturahmi dengan para ulama, karena mereka merupakan panutan masyarakat dalam menjaga keberagaman dan kerukunan dengan umat beragama lain.

Kemarin, Jokowi berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta. Di sana, Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno bertemu dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj  dan Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini dan Rais Aam PBNU yang juga sekaligus Ketua Umum MUI Maruf Amin.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

500 Kamisan, Korban Terus Tagih Janji Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu

  • Haris Azhar: Novel Cerita Ada Petinggi Polisi Terlibat Penyerangan
  • Terdakwa Penodaan Agama di Medan, Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara
  • Perppu Akses Informasi Keuangan Disahkan Menjadi Undang-undang

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.