Jokowi Beri Gelar Pahlawan Nasional Kepada Kiai NU

"Melakukan pengabdian dan perjuangan yang berlangsung hampir sepanjang hidupnya"

Rabu, 09 Nov 2016 13:46 WIB

Presiden Joko Widodo beri gelar pahlawan nasional bagi Tokoh NU Raden As'ad Syamsul Arifin. (Sumber: NU)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada Raden As'ad Syamsul Arifin tokoh Nahdlatul Ulama dari Jawa Timur. Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres), Trisno Hendradi mengatakan, Raden As'ad Syamsul Arifin dianggap berjasa kepada negara dan bangsa. 

Kata Trisna, hal itu terbukti dia pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik, atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan,
dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan Bangsa.

"Tidak pernah menyerah pada musuh dalam perjuangan. Melakukan pengabdian dan perjuangan yang berlangsung hampir sepanjang hidupnya dan melebihi tugas yang diembannya. Pernah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan Bangsa dan Negara," ujarnya saat pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (09/11).

Selain itu kata dia, Raden As'ad syamsul Arifin juga dianggap pernah menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas. Selain itu perannya dianggap berpengaruh pada harkat dan martabat bangsa serta memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan yang tinggi.

"Melakukan perjuangan yang mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional," ucapnya.

Selain memberikan gelar pahlawan, Presiden Jokowi juga memberikan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra kepada dua orang tokoh yang juga dianggap berjasa. Keduanya adalah Andi Mattalatta, Tokoh dari Provinsi Sulawesi Selatan, dan Sroedji, tokoh dari Provinsi Jawa Timur.

"Keduanya diberi ini Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya yang luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran Bangsa dan Negara," tambahnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.