Jaksa Agung Muhammad Prasetyo. Foto: ANTARA)


KBR, Bogor - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menegaskan akan memprioritaskan penuntasan kasus dugaan penistaan agama yang membelit Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Prasetyo mengatakan jika nanti ia telah menerima berkas perkara dari Mabes Polri, maka akan mempercepat penelaahan berkas sebelum dilimpahkan ke pengadilan.

Saat ini, kata Prasetyo, ia masih meunggu proses pemberkasan perkara Ahok di Mabes Polri. Ia yakin proses pemberkasan akan berlangsung cepat karena Mabes Polri sudah memeriksa banyak saksi terkait kasus ini.

"Kita masih menunggu pemberkasan. Yang jelas kasusnya akan kita prioritaskan untuk dipercepat. (Akan ada berapa jaksa yang dilibatkan?) Nantilah kita lihat, yang jelas lebih dari satu," kata Prasetyo, di Bogor, Rabu (23/11/2016).

Prasetyo mengatakan terus berkoordinasi dengan penyidik di Mabes Polri untuk percepatan perkara tersebut.

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Agus Andrianto menemui tim jaksa kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama. Agus mengaku tengah berkoordinasi mengenai berkas perkara petahana tersebut.

Bareskrim menargetkan berkas Ahok tersebut diserahkan ke jaksa penuntut umum di Kejaksaan Agung pada pekan depan. Nantinya jaksa akan meneliti isi berkas apakah sudah dianggap lengkap atau belum. Penyidik Bareskrim akan sering berkoordinasi dengan jaksa agar perkara ini bisa segera bergulir ke pengadilan.

Baca juga:


Menhan Tunda Pertemuan

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menunda pertemuan dengan Malaysia dan Filipina yang rencananya membahas kerjasama keamanan perairan perbatasan. Pertemuan itu sedianya digelar pasca kasus penyanderaan terbaru yang dilakukan milisi bersenjata terhadap WNI di perairan Malaysia dan Filipina.

Ryamizard mengatakan situasi dalam negeri saat ini membutuhkan lebih banyak perhatian. Ia berencana menjadwalkan kembali pertemuan setelah isu demonstrasi besar-besaran mulai reda.

"Itu saya undur, karena situasi di sini. Masa saya pergi-pergi terus. Pertemuan yang akan datang ini saya akan fokuskan di dekat Tawau ke Sabah. (Kapan jadinya pertemuan?) Saya lihat (dulu), setelah sudah nggak ada demo-demo besar segala macam, (baru) saya pergi. Masih ada ribut-ribut saya pergi, nggak bagus juga," kata Ryamizard di kompleks Istana, Rabu (23/11/2016).

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!