Gelar Perkara Kasus Ahok Terbuka, Pengamat: Pro Kontra Bisa Semakin Tajam

Para saksi kemungkinan juga akan terpengaruh dan menjadi ragu dalam menyampaikan pandangannya secara bebas dan obyektif.

Minggu, 06 Nov 2016 20:10 WIB

Basuki Tjahaya Purnama (Ahok). Foto: Antara

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Pakar pidana Agustinus Pohan menilai gelar perkara kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) beresiko mempertajam pro kontra publik dalam kasus ini. Selain itu, kata dia, para saksi kemungkinan juga akan terpengaruh dan menjadi ragu dalam menyampaikan pandangannya secara bebas dan obyektif.


"Yang saya khawatir itu berkembang pro dan kontranya makin tajam. Apa jaminannya kalau itu tidak menimbulkan pro dan kontra yang lebih tajam. Kenapa kita tidak mempercayakan saja (kapada penegak hukum)," papar Agustinus kepada KBR (6/11/2016).

Menurutnya tata cara gelar perkara terbuka memang tidak diatur undang-undang, meski demikian tetap bisa diatur dalam aturan internal.

"Ragu untuk katakan untuk memberikan pendapat yang berbeda dengan pikiran kebanyakan orang. itu yang bisa, yang mungkin terjadi. Tapi ya tergantung juga kualitas dari saksi ahlinya. saya kira yang lebih berperan nanti saksi ahli ya menurut saya," tambah Agustinus.

Agustinus juga mengimbau media yang akan menayangkannya untuk memilih komentator yang tidak provokatif dan tidak menambah panas suasana. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan Kapolri untuk melakukan gelar perkara kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama secara terbuka.

Kapolri Tito Karnavian mengatakan, Presiden menghendaki proses hukum terhadap Ahok digelar secara transparan. Menurut Tito, apabila seusai gelar perkara, penyidik tidak menemukan tindak pidana, maka kasus tersebut bakal dihentikan. Kasus bisa kembali dibuka jika terdapat bukti-bukti baru.

Baca: Tak Jadi Ke Australia, Jokowi Butuh Konsolidasi Dengan Tokoh Agama


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.