Fatwa NU: Salat Jumat di Jalan Tidak Sah

"Salat Jumat di jalan, kapan pun, di manapun nggak sah. Itu menurut madzhab (Imam) Syafii," kata Said Aqil.

Kamis, 24 Nov 2016 12:28 WIB

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj. (Foto: kemenag.go.id)


KBR, Jakarta - Pengurus Pusat Nahdatul Ulama (PBNU) mengeluarkan fatwa yang menyatakan ibadah salat Jumat di jalan tidak sah.  

Ketua PBNU Said Aqil Siradj mengatakan, fatwa tersebut merupakan hasil pembahasan para kyai NU berdasarkan mazhab Imam Syafii. Said membantah fatwa tersebut berkaitan dengan pilkada Jakarta.

"Iya Bahtsul Masail (lembaga yang bertugas membahas berbagai permasalahan mutakhir di PBNU). Kiai-kiai yang membahas kemarin. Bukan melarang, hanya mengeluarkan fatwa. Nggak ada kaitannya dengan pilkada, dengan Ahok, nggak ada kaitannya. Pokoknya salat Jumat di jalan, kapan pun, di manapun nggak sah. Itu menurut madzhab (Imam) Syafii. Jumatan harus di dalam bangunan, yang sudah diniati untuk salat Jumat di sebuah desa atau sebuah kota," kata Said Aqil di Pondok Gede, Kamis (24/11/2016).

Baca: 2 Desember, Polri Larang Aksi di Semanggi - Thamrin   

Terkait dengan rencana demonstrasi pada 25 November dan 2 Desember, Said Aqil meminta warga NU untuk tidak ikut serta. Ia mengatakan proses hukum terhadap Ahok tengah berjalan.

"Saya mengimbau warga NU jangan ikut demo. Kan sedang diproses hukum, mau apa lagi?" lanjut Said.

Menanggapi tuntutan pendemo agar Ahok ditahan, Said mengatakan hal itu tidak diperlukan. Ia mengatakan, tersangka perlu ditahan apabila memang dicurigai bakal melarikan diri atau menghilangkah barang bukti. Said mengingatkan negara Indonesia bukan negara otoriter, melainkan negara hukum

"Proses hukum itu tidak semuanya langsung ditahan, kalau dicurigai khawatir melarikan diri, atau menghilangkan barang bukti baru ditahan. Kalau enggak? Ya ini konsekuensi negara hukum. Bukan negara otoriter, yang terserah raja, bukan. Hukum milik kita bersama, harus kita hormati bersama. Hukum produk kita bersama," ujar dia.

Sejumlah ormas yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) berencana menggelar aksi kembali pada Jumat, 2 Desember mendatang.

Aksi 2 Desember mendatang akan dilakukan dengan menggelar sajadah di sepanjang jalan protokol Sudirman-Thamrin, sekaligus untuk salat Jumat. Beberapa kawasan yang harus diwaspadai nanti adalah Semanggi, Sudirman, Bundaran HI, Thamrin, sampai ke Istana Negara.

Baca: Tidak Puas Ahok Tersangka, Ormas Pembela MUI Kembali Aksi 2 Desember   

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?