Diundang Jokowi ke Istana, Ini Kata Ormas Islam

"Kami bersiap saja untuk bisa menenangkan umat Islam dengan sesuatu yang harus didengarkan pemerintah."

Rabu, 09 Nov 2016 20:18 WIB

Presiden Joko Widodo undang belasan organisasi Islam ke istana, Rabu (09/11). (Foto: KBR/Ade I.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Puluhan organisasi masyarakat Islam yang bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara hari ini mengaku siap berkontribusi menjaga keberagaman dan menyejukan suasana yang masih memanas pasca Aksi 4 November. Salah seorang perwakilan ormas sekaligus Ketua Umum PB Al Washliyah, Yusnar Yusuf mengatakan,  hal itu  merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun pemuka agama.

Hanya saja kata dia, pemerintah juga harus berkomitmen untuk melakukan proses hukum terkait masalah tersebut dengan seadil-adilnya.

"Kami bersiap saja untuk bisa menenangkan umat Islam dengan sesuatu yang harus didengarkan pemerintah. Bahwa permintaan kami adalah bagaimana seseorang yang telah melakukan, yang disebut MUI melakukan penistaan agama diproses hukum benar, secara hukum adil jangan pura-pura. Ini kami sampaikan secara gamblang dan terbuka kepada Pak Presiden," ujarnya kepada wartawan usai melakukan pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/11).

Kata dia,   ormas Islam mengapresiasi langkah pemerintah yang akan melaksanakan proses hukum kepada Ahok. Selain itu  juga menghargai  janji presiden yang mengaku tidak akan melakukan intervensi dan tidak akan melindungi bekas Bupati Bangka Belitung tersebut. Dia berharap masalah ini bisa segera diselesaikan.

"Apa Yang disampaikan Presiden, yang paling gamblang Presiden mengatakan saya sebagai Presiden tidak ikut campur soal itu dan tidak melakukan pembelaan apapun kepada Basuki Tjahaja Purnama tapi melaksanakan itu melihat itu dari aspek hukum. Proses hukum kita ikuti dan kita percayakan proses hukum berjalan," ucapnya.

Baca: Jokowi Kumpulkan Ormas Islam di Istana

Terkait aksi demonstrasi kata dia, hal itu merupakan perwujudan bahwa umat Islam adalah umat yang damai. Bahkan kata dia, peserta yang datang pun murni karena keinginan pribadi tanpa ada yang menggerakan.

"Kami menyebutkan bukan demonstrasi tapi menunjukkan Islam itu damai sehingga ratusan ribu umat Islam yang hadir itu adalah sesuatu yang tidak digerakkan sebetulnya oleh para ormas dan sebagainya. Umat Islam itu memiliki kekuatan qolbu yang luar biasa. Kalau sudah qolbu yang bicara maka digerakkan secara otomatis untuk datang ke tempat di mana sebetulnya berkumpul, untuk menunjukkan bahwa kita lakukan sesuatu demonstrasi damai, menunjukkan itu Islam sejuk, rahmat lil alamin,  maka tidak terjadi yang disebut perbuatan anarkis," tambahnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?