Diperiksa Kasus Dugaan Penistaan Agama, Rizieq Minta Jokowi Tak Bela Ahok

"Presiden tidak boleh melindungi penista agama, tidak boleh membela penista agama,"

Kamis, 03 Nov 2016 22:53 WIB

Kabareskrim Polri Ari Dono Sukmanto (kiri) berbincang dengan Pangdam Jaya Teddy Lhaksmana (kedua kiri) dan Kapolda Metro Jaya M Iriawan (kanan) usai melihat proses pemeriksaan pimpinan Front Pembe

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab meminta Presiden Joko Widodo tidak melindungi Gubernur DKI Jakarta nonaktif Ahok dari proses hukum, meski Jokowi berulangkali menyatakan tidak akan ikut campur. Rizieq mengatakan Ahok telah melakukan pelanggaran hukum.

Kata dia, Jokowi tidak boleh membelanya.

"Presiden tidak boleh melindungi penista agama, tidak boleh membela penista agama," ujar  Rizieq Shihab  usai diperiksa  di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (3/11/2016) malam.

"Jika presiden melindungi dan membela pembela agama, berarti presiden melakukan pelanggaran konstitusi," tandasnya.

Hari ini Rizieq Shihab dimintai keterangan dalam dugaan penistaan agama oleh Ahok. Rizieq dipanggil selaku ahli agama. Satu ahli lain juga dimintai keterangan, yakni ahli pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Marzuki.

Penistaaan agama dilarang dalam UU no 1 PNPS tahun 1965. UU ini pernah digugat ke Mahkamah Konstitusi pada 2010 silam. MK menolak gugatan itu namun mewajibkan UU itu direvisi. Hingga kini UU itu belum pernah diubah.

Di samping itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam Tinjauan Universal Periodik (UPR) telah meminta Indonesia menghapus UU itu. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Polisi Selidiki Penadah dan Penyuplai Hasil Pendulang Emas Ilegal di Freeport

  • Bappeda DKI: Anggaran Kunker DPRD Naik Karena Djarot
  • Presiden Minta Malaysia Impor Beras Dari Indonesia
  • Kejati Tahan 2 Tersangka Mark Up Alat Tangkap untuk Nelayan di Mandailing Natal

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"