Diperiksa Bareskrim, Anggota Dewan Pertimbangan MUI: Pernyataan Ahok bukan Penistaan Agama

"Jadi bukan Al-Qurannya dikatakan bohong, tapi orangnya yang dikatakan bohong,"

Senin, 07 Nov 2016 17:40 WIB

Ilustrasi: Aksi 4 November (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Anggota DPR  Hamka Haq menilai masyarakat tidak bisa mengintervensi proses hukum yang sedang ditangani oleh Bareskrim Polri soal pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama terkait Surat Al-Maidah ayat 51.  Hamka hari ini diperiksa oleh penyidik sebagai saksi dari pihak  Ahok.

Hamka yang mengaku anggota Dewan Pertimbangan   MUI    meminta agar masyarakat menyerahkan proses hukum tersebut kepada Kepolisian. Hamka menyatakan tidak mewakili MUI tapi mewakili Ahok.

"Itu kan kita ini negara hukum. Negara hukum tidak boleh kita mengintervensi hukum. Artinya siapapun tidak bisa mengintervensi mau mempercepat atau memperlambat tidak boleh, serahkan saja pada hukum. Aparat hukum yang lebih tahu," kata Hamka Haq di Kantor Bareskrim Polri di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Senin (07/11). 

Hamka melanjutkan, "karena itu apabila ada orang yang mengatakan ini Pemerintahan Jokowi harus menekan, itu namanya menyuruh presiden melanggar hukum. Presiden kan mengerti, kalau saya intervensi berarti saya melanggar UU."

Politikus PDIP itu juga menilai, pernyataan Ahok bukanlah bentuk penistaan agama.  Kata Hamka, Ahok tidak menyebut dibohongi Al-Quran namun orang lain berbohong menggunakan Alquran.

"Kalau menista, dia mengatakan dibohongi Al-Quran, kalau dibohongi pakai Al-Quran berarti orang yang bohong memanfaatkan Al-Quran. Jadi bukan Al-Qurannya dikatakan bohong, tapi orangnya yang dikatakan bohong," ujar Hamka.

Hamka juga menyampaikan jika selama ini ada orang-orang yang berbohong menggunakan Al-Quran. Ia memberi contoh kasus yang menjerat Kanjeng Dimas maupun Gatot Brajamusti.

"Sebenarnya banyak orang yang menipu memakai Al-Quran. Kanjeng Dimas menipu orang memakai Al-Quran kun faya kun begitu kan? Apalagi ini, Aa' Gatot juga menipu orang-orang dengan memakai juga barangkali karena dia berlagak pengajiankan. Itu kan banyak orang memanfaatkan Al-Quran," pungkasnya.

Hamka diperiksa oleh penyidik selama tiga jam. Kata dia, pemeriksaan hari ini belum selesai. Besok pemeriksaan terhadap dirinya akan dilanjutkan kembali. Hamka meminta izin untuk pulang lebih cepat karena ada keperluan.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Polisi Selidiki Penadah dan Penyuplai Hasil Pendulang Emas Ilegal di Freeport

  • Bappeda DKI: Anggaran Kunker DPRD Naik Karena Djarot
  • Presiden Minta Malaysia Impor Beras Dari Indonesia
  • Kejati Tahan 2 Tersangka Mark Up Alat Tangkap untuk Nelayan di Mandailing Natal

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"