Dilaporkan Edit Transkrip Video Ahok, Buni Yani Belum Terima Panggilan Polisi

"Tentu kami. Kami akan siap ketika diminta keterangan, konfirmasi,dipanggil. Kita siap kita akan kawal,"

Senin, 07 Nov 2016 18:22 WIB

Terlapor kasus dugaan pengeditan video Ahok, Buni Yani (kedua kiri) memberikan keterangan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (7/11). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Buni Yani, orang yang mengunggah video Ahok mengutip Al Maidah 51, belum mendapatkan surat panggilan terkait kasusnya. Buni dilaporkan Komunitas Muda Ahok Djarot, dengan tuduhan mengedit transkrip rekaman video Ahok yang jadi dasar tuduhan penghinaan terhadap Al Quran.

Pengacara Buni, Aldrim Rahadian, menyatakan   belum pernah dipanggil baik sebagai terlapor ataupun saksi. Namun, dia   memastikan  siap jika polisi memanggil kliennya dalam waktu dekat.

"Orang belum ada pemanggilan dan proses penyidikan kok," tandasnya kepada KBR, Senin (7/11/2016) siang.

"Tentu kami. Kami akan siap ketika diminta keterangan, konfirmasi,dipanggil. Kita siap kita akan kawal," terangnya lagi.

Aldrim juga mengkritik pernyataan Juru Bicara Mabes Polri Boy Rafli Amar yang menyatakan kliennya berpotensi sebagai tersangka. Kata dia, pernyataan itu telah melangkahi proses hukum. Sebab, pemeriksaan pun belum pernah dilakukan.

"Artinya pak Boy mengambil kesimpulan sendiri dan mendahului proses penyidikan," kata dia lagi.

Buni Yani   dalam sebuah program perbincangan di televisi mengaku salah dalam mentranskrip video Ahok. Dia mengaku tidak mendengar kata "pakai" dalam video itu karena mentranskrip dengan menggunakan headset.

Dalam transkrip yang beredar seputar ucapan Ahok  di pulau Seribu tertulis, "Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya. Karena Dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macem-macem gitu lho (orang-orang tertawa). Itu hak bapak ibu, ya." Buni Yani dilaporkan lantaran dianggap sengaja menghilangkan kata pakai saat memposting di Facebooknya.

Kasus Buni Yani ini berjalan di Polda Metro Jaya. Sementara dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kini berjalan di Bareskrim Mabes Polri. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Mari dukung penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional, dengan BPJS, dengan gotong royong semua tertolong.