BNN Lakukan Tes Narkoba Dadakan Kepada Seluruh Anggota KPK

Tes tersebut diikuti oleh sekira 500an pegawai termasuk lima orang pemimpin KPK.

Senin, 14 Nov 2016 11:54 WIB

Ilustrasi. Foto: Antara


KBR, Jakarta- Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan uji narkoba melalui tes urine untuk seluruh anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tes tersebut diikuti oleh sekira 500an pegawai termasuk lima orang pemimpin KPK.


Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan bakal memberikan sanksi tegas bila ada anggotanya yang terbukti menggunakan narkoba.

"Tes seperti ini di KPK kan sering ya untuk menjaga komitmen kita agar tidak melakukan penyalahgunaan narkoba itu penting. Makanya saya tadi dalam sambutan saya, juga jangan random semuanya, supaya kita yakin bahwa di KPK tidak ada yang menyalahgunakan narkoba. (Sanksi bila ketahuan menggunakan narkoba?) Itu pelanggaran berat, itu bisa dikeluarkan," kata Agus Rahardjo di Gedung KPK Jakarta, Senin (14/11/2016).

Agus menambahkan, saat tes pimpinan KPK, ia juga  telah melakukan tes urine. Tes tersebut akan selalu dilakukan secara reguler dengan bantuan BNN. Kata dia, waktu penyelenggaraan tes urine oleh BNN selalu dirahasiakan.
 
"Ya (selalu dilakukan) dan selalu menyelenggarakannya dirahasiakan kami kemarin baru tahu, baru tahu e-mail tadi pagi kalau hari ini ada pemeriksaan narkoba," pungkasnya.

Selain Agus, juga nampak hadir seluruh pemimpin KPK. Di antaranya, Laode Syarif, Alexander Marwata, Basaria Pandjaitan serta Saut Situmorang. Tes urine tersebut juga diikuti oleh 20 pejabat setingkat deputi atau direktur di KPK.

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Siapkan Dua Opsi soal Polemik PJ Gubernur Polri

  • Bekas Pimpinan KPK: Kasus Novel Tak Tuntas Bisa Jadi Catatan Buruk Jokowi untuk 2019
  • Longsor Terjang Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah, 4 Tewas 6 Luka Parah
  • Sanksi Baru Amerika Untuk Korut

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.