BI: Pilpres AS Tak Berdampak Pada Pasar Keuangan Indonesia

Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo beralasan kondisi ekonomi Indonesia saat ini relatif stabil.

Rabu, 09 Nov 2016 12:26 WIB

Foto: Antara

KBR, Jakarta- Bank Indonesia (BI) memprediksi pemilu Amerika Serikat (AS) tidak berdampak signifikan terhadap pasar keuangan Indonesia. Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo beralasan kondisi ekonomi Indonesia saat ini relatif stabil. Terlebih, kepercayaan dunia internasional terhadap kondisi domestik, cukup kuat.


"Secara keseluruhan memang itu berdampak pada kondisi ke pasar keuangan global tapi dampaknya terhadap Indonesia itu relatif terjaga. Alhamdulillah pasar keuangan kita khususnya juga pasar valuta asing itu relatif stabil, dan itu tentu saja sebagaimana berkat bahwa kepercayaan, confidence internasional khususnya investor internasional terhadap kondisi ekonomi kita itu cukup kuat," kata Perry di BI, Rabu (9/11/2016).

Perry Warjiyo menambahkan, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar yang terjadi selama Pemilu AS hanya bersifat sementara. Ia meyakini rupiah nantinya akan kembali stabil.

"Nilai tukar dalam jangka pendek itu selalu merespon kepada perkembangan-perkembangan berita atau news, itu biasa, naik turun, tapi secara keseluruhan pada akhirnya nilai tukar akan bergerak sesuai dengan fundamentalnya," lanjutnya.

Kendati demikan, Perry menjamin BI terus memantau setiap perkembangan dan telah menyiapkan skema antisipasi. Kata dia, BI siap melakukan intervensi apabila ada gejolak kurs.

"Bahwa komitmen BI selalu akan berada di pasar dan tidak segan-segan melakukan intervensi kalau terjadi tekanan-tekanan instabilitas yang membuat perkembangan rupiah terlalu jauh dari fundamental. Cadangan devisa itu kan besar, jauh lebih cukup untuk tidak hanya menstabilkan nilai tukar, tapi juga mengantisipasi kalau terjadi risiko-risiko," tuturnya.

Baca: 'Dicerai' Filipina, Amerika Kebingungan


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Setya Novanto Ajukan Tiga Saksi Ahli di Praperadilan

  • Pemkab Nunukan Beberkan Alasan Tunda Belasan Pilkades
  • Ribuan Orang Mengungsi Antisipasi Erupsi Gunung Berapi Vanuatu
  • Tomer Hemed Hadapi Dakwaan FA