Berkas Ahok Lengkap, Kejakgung Minta Polri Serahkan Barang Bukti dan Tersangka

Noor Rahmad mengklaim tidak mendapat tekanan dalam penanganan perkara yang menjerat Ahok. Ia mengklaim Jaksa peneliti sudah bekerja dengan profesional.

Rabu, 30 Nov 2016 11:13 WIB

Ilustrasi. (Foto: dpr.go.id/Publik Domain)


KBR, Jakarta - Kejaksaan Agung menyatakan berkas perkara dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)sudah lengkap atau P21.

Jaksa Agung Muda Pidana Umum, Noor Rachmad mengatakan jaksa peneliti menerima berkas perkara yang menjerat Gubernur DKI Jakarta nonaktif ini Jumat lalu dan melakukan penelitian.

"P21 itu administrasi penanganan perkara oleh jajaran Pidum Kejagung menyatakan bahwa proses perkara hasil penyidikan dari Bareskrim Polri secara formal dan material telah memenuhi syarat untuk dibawa ke pengadilan," kata Noor di Kejaksaan Agung, Rabu (30/11/16).

Baca: Jaksa Agung Prioritaskan Kasus Ahok   

Jaksa Agung Muda Pidana Umum Noor Rachmad meminta penyidik Bareskrim Mabes Polri segera melimpahkan barang bukti dan tersangka ke Kejaksaan Agung, atau pelimpahan tahap dua. Selanjutnya Jaksa akan membuat surat dakwaan dan melimpahkan perkaranya ke pengadilan.

"Sidang nanti akan dilaksanakan di PN Jakarta Utara," ujarnya.

Noor Rahmad mengklaim tidak mendapat tekanan dalam penanganan perkara yang menjerat Ahok. Ia mengklaim Jaksa peneliti sudah bekerja dengan profesional.

"Kalau desakan nggak, tapi kami harus merespon keadilan dan harapan masyarakat," kata Noor.

Baca juga:


Sementara itu, Polri dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI sepakat aksi unjuk rasa 2 Desember dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas). Kapolri, Tito Karnavian mengatakan, kesepakatan ini dicapai setelah beberapa kali dialog.

"Kita capai kesepakatan dilaksanakan di Monas. Kemudian kegiatannya dilaksanakan dari jam 8 sampai jam 1 siang dalam bentuk kegiatan suci yaitu kegiatan keagamaan, dzikir, tausiah, doa dan diakhiri salat Jumat bersama," kata Tito di Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat, Senin (22/11/16) lalu.

Tito menjabarkan, kawasan Monas bisa menampung 600 ribu sampai 700 ribu orang. Jika jumlah pendemo melibihi kapasitas Monas kepolisian menyiapkan beberapa alternatif. Salah satunya Jalan Merdeka Selatan akan dijadikan tempat untuk menampung kelebihan pendemo.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.