Ilustrasi (www.setkab.go.id)

KBR, Banyumas- Hujan deras yang terjadi sejak Kamis sore hingga Jumat dini hari menyebabkan banjir dan longsor terjadi di sejumlah desa Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Prasetyo Budi Widodo mengaatakan empat desa di Kecamatan Tambak terendam banjir mulai Jumat dinihari (18/11). Keempat desa itu yakni, Desa Plangkapan, Gumelar Kidul, Prembun dan Desa Gebangsari.
 
Prasetyo menjelaskan, banjir di sejumlah permukiman penduduk mencapai ketinggian 160 centimeter. Akibatnya ratusan warga terpaksa mengungsi. Banjir diakibatkan meluapnya Sungai Ijo, Tambak. Saat ini air menggenang dengan ketinggian sekira 30 centimeter di Desa Gebangsari. Pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing dan mulai membersihkan rumah.

"Ini pengungsi alhamdulillah sudah pulang semua. Walau pun masih ada rumah yang tergenang air. Tapi orangnya memaksa pulang. Genangan air ada yang 20 centimeter, 30 centimeter sampai setengah meter. Tadi malam juga ada bantuan logistik berupa makanan kecil. Kemudian dari PMI juga ada bantuan berupa obat-obatan," katanya, saat dihubungi, Jumat (18/11).

Prasetyo mengemukakan kembali, longsor juga terjadi di Desa Watuagung Kecamatan Tambak. Tebing setinggi 10 meter runtuh dan menimpa badan jalan sepanjang 20 meter.

Sementara, juru bicara PT KAI Daop 5 Purwokerto, Ixfan Hendriwintoko mengatakan hari ini PT KAI masih melakukan normlisasi di tiga titik jalur yang dini hari tadi mengalami longsor. Yakni di jalur antara Stasiun Tambak, Banyumas hingga Stasiun Gombong, Kebumen.

Dia menambahkan, 11 perjalanan kereta api sempat terhambat antara 30 menit hingga 190 menit. Namun Jumat siang perjalanan kereta api berangsur normal. Hingga saat ini, pihaknya terus melakukan normalisasi di jalur yang diperkirakan terdampak hujan deras. Petugas ekstra dan alat berat disiagakan di titik rawan.

Editor: Dimas Rizky

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!