Presiden Joko Widodo mendadak mengelar apel di Mabes TNI. (Foto: KBR/Ade I.)



KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk siap siaga dan menindak tegas segala bentuk ancaman terhadap keutuhan Negara  Republik Indonesia. Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo dalam apel dadakan yang dilakukan di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta.

Kata dia, sebagai Panglima Tertinggi, dirinya melihat ada ancaman provokasi dan politisasi dari pihak-pihak tertentu yang mengancam keutuhan Indonesia kedepannya.

"Sebagai panglima TNI, sebagai panglima tertinggi TNI, saya telah memerintahkan agar tidak mentolerir gerakan yang ingin memecah belah bangsa, mengadu domba bangsa dengan provokasi dan politisasi. Jangan ragu bertindak untuk keutuhan NKRI kita. Dan sebagai penglima tertinggi TNI, saya merintahkan untuk tegakkan kesatuan komando, pegang teguh amanat sapta marga dan sumpah prajurit. Jaga soliditas, tunjukan jati diri bhayangkari negara dan bangsa Indonesia," ujarnya saat memberi arahan saat apel dadakan di Mabes TNI Angkatan Darat, Jakarta, Senin (07/11).

Jokowi  mengucapkan terima kasih    kepada anggota TNI, terutama yang terjun langsung dalam pengamanan aksi demonstrasi 4 November lalu. Menurut dia, berkat kerja sama TNI Polri, aksi tersebut bisa relatif berjalan dengan aman dan tertib serta keamanan Jakarta sebagai Ibu Kota Negara masih tetap terjaga.

"Saya yakin bukan hanya saya, tapi seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke memberikan apresiasi atas soliditas, atas kekompakan, atas penggunaan cara-cara yang persuasif dalam menjaga keamanan Jakarta, dalam menjaga keamanan tanah air, sehingga unjuk rasa berlangsung tertib dan damai," ucapnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga meminta kepada TNI dan Polri untuk tetap bisa menjaga kekompakan satu sama lain dalam menjaga keamanan negara. Dengan begitu kata dia, apapun ancamannya kedepan, keamanan Indonesia bisa tetap terjaga.

"Yang kedua, saya meminta kekompakan TNI dan Polri yang telah ditunjukan di lapangan, terus dijaga, terus dirawat, terus dilanjutkan di semua tingkatan. Kekompakan itu harus digalang dari atas, para perwira sampai ke prajurit-prajurit. Ini penting sekali. Lakukan koordinasi dan sinergi dalam menjalankan tugas negara," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo tiba-tiba menyambangi Markas Besar TNI Angkatan Darat. Pasalnya kunjungan ini tidak diagendakan di dalam agenda resmi Presiden hari ini.

Di sana, bekas Gubernur DKI Jakarta tersebut langsung menjadi pembina apel yang juga dilakukan secara dadakan. Menurut Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, sedikitnya ada 2.185 orang panglima komando utama TNI beserta prajurit TNI AD, AL, dan AU dihadirkan untuk menerima pengarahan presiden siang ini.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!